Lumajang Carnival 2026 Siap Digelar, Sejarah dan Budaya Jadi Suguhan untuk Warga

  • 21 Agt 2026 21:40 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Lumajang - Kabupaten Lumajang bersiap menggelar Lumajang Carnival 2026 pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Mengangkat tema Sejarah dan Budaya, karnaval ini akan melibatkan peserta dari 20 kecamatan dan perangkat daerah untuk menampilkan beragam kreasi yang mengangkat identitas serta kekayaan budaya Lumajang.

Bagi masyarakat, karnaval ini tidak hanya menjadi hiburan. Parade budaya tersebut menjadi kesempatan untuk mengenal kembali kesenian dan sejarah lokal sekaligus menikmati ruang publik bersama keluarga.

Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan tema sejarah dan budaya dipilih agar karnaval dapat menampilkan kekayaan seni daerah dengan kemasan yang menarik dan tetap sesuai dengan nilai kesopanan.

“Temanya sejarah dan budaya. Tidak boleh pakai kostum yang minim dan erotis, kan itu ada imbauan MUI, tidak boleh,” kata Bunda Indah, Kamis (20/8/2026).

Menurutnya, Lumajang memiliki beragam kesenian yang dapat menjadi bagian dari parade, di antaranya Topeng Kaliwungu, Jaran Kencak, dan Tari Kopiyah. Kesenian tersebut tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga dapat menjadi hiburan sekaligus sarana mengenalkan warisan daerah kepada generasi muda.

“Banyak budaya dan seni budaya Lumajang. Ada Topeng Kaliwungu, ada Jaran Kencak, Tari Kopiyah. Itu kan seni budaya, juga hiburan untuk masyarakat,” ujarnya.

Bunda Indah berharap konsep tersebut dapat menjadi contoh bagi penyelenggaraan karnaval di tingkat desa maupun lingkungan. Menurutnya, sebuah karnaval tetap dapat menarik dan meriah tanpa harus mengesampingkan nilai budaya dan kesopanan.

“Saya ingin mencontohkan kepada masyarakat Lumajang yang mengadakan karnaval bahwa dengan karnaval yang bertema sejarah dan budaya ini juga sangat menarik, tidak perlu yang erotis-erotis,” katanya.

Lumajang Carnival 2026 juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan hiburan yang dapat dinikmati masyarakat secara luas. Keterlibatan peserta dari berbagai kecamatan dan perangkat daerah diharapkan membuat parade semakin beragam, sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk menunjukkan kreativitasnya.

Selain aspek budaya, kegiatan ini berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Keramaian yang tercipta sepanjang jalur karnaval dapat menjadi peluang bagi pelaku UMKM untuk menawarkan produk kepada masyarakat yang datang menyaksikan parade.

“Yang paling berdampak itu ekonomi rakyat. UMKM itu nanti akan banyak. Di mana ada keramaian, di sana mereka akan berjualan,” pungkasnya.

Bagi pelaku UMKM, momentum tersebut dapat dimanfaatkan dengan menyiapkan produk dan layanan yang sesuai kebutuhan pengunjung. Sementara masyarakat yang hadir juga dapat turut menggerakkan ekonomi lokal dengan berbelanja produk usaha warga.

Karnaval akan dimulai dari Jalan Alun-Alun Utara, kemudian bergerak melalui Jalan Diponegoro, Jalan Hariyono Ghozali, dan Jalan PB Sudirman, sebelum berakhir di kawasan Adipura.

Masyarakat yang berencana menyaksikan karnaval di sepanjang rute diimbau memperhatikan kondisi sekitar, menjaga kebersihan, serta tetap memberikan ruang bagi peserta dan petugas agar parade dapat berlangsung tertib.

Dengan menggabungkan sejarah, budaya, kreativitas, hiburan, dan aktivitas ekonomi masyarakat, Lumajang Carnival 2026 diharapkan menjadi ruang bersama untuk merayakan identitas daerah sekaligus memberikan manfaat bagi warga.

Bukan hanya tentang kemeriahan parade, karnaval ini menjadi kesempatan bagi masyarakat Lumajang untuk kembali mengenal kekayaan budayanya, memperkenalkannya kepada generasi muda, dan menghidupkan perekonomian lokal melalui sebuah pesta rakyat yang inklusif. (MC Diskominfo Kab. Lumajang/Ard/An-m)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....