Jemaah Haji Jember Mulai Bergeser ke Madinah
- 17 Jun 2026 09:26 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Jemaah haji asal Kabupaten Jember yang tergabung dalam Kloter 90 hingga 98 dijadwalkan mulai bergeser dari Makkah menuju Madinah pada 16-17 Juni 2026.
Saat ini, para jemaah tengah menyelesaikan rangkaian ibadah di Makkah, termasuk pelaksanaan tawaf wada atau tawaf perpisahan sebelum meninggalkan Kota Suci.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jember, Nur Sholeh, mengatakan pergeseran jemaah dilakukan secara bertahap sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh penyelenggara haji.
“Jemaah asal Jember yang tergabung dengan kloter dari daerah lain sudah di Madinah. Ada empat jemaah dari kloter 71 serta masing-masing dua jemaah di Kloter 85 dan 86,” ujarnya, Selasa (16/6/2026).
Nur Sholeh menjelaskan, secara umum kondisi jemaah haji asal Jember dalam keadaan baik. Namun, masih terdapat satu jemaah yang menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi.
“Secara umum kondisi jemaah baik. Saat ini hanya ada satu orang yang masih berada di rumah sakit untuk menjalani perawatan lanjutan,” ujarnya.
Nur Sholeh menambahkan, pelaksanaan tawaf wada diprioritaskan lebih dahulu bagi jemaah lanjut usia dan pengguna kursi roda.
Sementara jemaah lainnya melaksanakan tawaf wada menyesuaikan jadwal keberangkatan menuju Madinah. Bagi kloter yang bergerak pada 16 Juni, tawaf wada telah mulai dilaksanakan.
“Sedangkan jemaah yang dijadwalkan berangkat ke Madinah pada 17 Juni akan melaksanakan tawaf wada sehari sebelumnya,” ujarnya.
Setibanya di Madinah, lanjut Nur Sholeh, jemaah akan mengikuti sejumlah agenda ibadah dan ziarah yang telah ditetapkan pemerintah.
Kegiatan utama meliputi salat berjamaah di Masjid Nabawi serta kunjungan ke Raudhah yang dikenal sebagai Taman Surga.
Selain itu, jemaah juga akan mengikuti ziarah ke sejumlah lokasi bersejarah, seperti Makam Baqi, Gunung Uhud, Masjid Quba, dan Masjid Qiblatain.
Nur Sholeh memastikan seluruh agenda tersebut merupakan bagian dari program resmi penyelenggaraan ibadah haji dan dapat diikuti seluruh jemaah tanpa biaya tambahan.
“Adapun kegiatan wisata di luar agenda resmi pemerintah dapat dilakukan secara mandiri maupun berkelompok dengan biaya sendiri,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....