Kurang dari 24 Jam, Satreskrim Polres Jember Ungkap Misteri Jasad di Rumah Kosong

  • 10 Jun 2026 18:24 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID,Jember- Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Jember bergerak cepat mengungkap kasus dugaan pembunuhan yang menggemparkan warga Desa Bangunrejo, Kecamatan Gumukmas, Jember.

Hanya dalam waktu kurang dari 24 jam, bahkan tercatat kurang dari 8 jam sejak proses penyidikan polisi akhirnya berhasil meringkus terduga pelaku yang menghabisi nyawa korban berinisial SH.

Kanit Pidum Satreskrim Polres Jember, Ipda Andry Yunni Prasetiyo mengungkap kronologi awal penemuan jasad korban

Misteri ini bermula pada Selasa (9/6) sore sekitar pukul 16.00 WIB. Pemilik rumah yang mendatangi rumahnya dalam kondisi kosong dan tidak berpenghuni, curiga setelah mencium bau menyengat dari dalam bangunan.

"Saat memeriksa ke dalam rumah, pemilik rumah terkejut menemukan sesosok jasad laki-laki yang tidak ia kenali dalam kondisi meninggal dunia secara tidak wajar. Kejadian tersebut langsung dilaporkan ke polsek terdekat," jelasnya kepada RRI, Rabu 10 Juni 2026.

Dari laporan masyarakat, Tim Satreskrim Polres Jember langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Polisi segera melakukan olah TKP, mengumpulkan sejumlah barang bukti, serta memeriksa para saksi secara intensif.

Dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi, kecurigaan polisi mengerucut kepada anak kandung dari pemilik rumah itu sendiri.

Diketahui bahwa sebelum korban ditemukan, anak pemilik rumah tersebut sempat terlihat mendatangi rumah kosong tersebut.

Andry menegaskan Polisi langsung melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan terduga pelaku berinisial RA (24) pada malam harinya.

Saat diinterogasi, pelaku akhirnya mengakui perbuatannya telah membunuh korban SH (24), yang ternyata merupakan temannya sendiri.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan mendalam, peristiwa pembunuhan ini sebenarnya sudah terjadi sekitar delapan hari yang lalu, tepatnya pada tanggal 1 Juni," tegasnya.

Ditambahkan olehnya, peristiwa berdarah ini dipicu oleh masalah sepele. Awalnya, pelaku mengajak korban untuk minum kopi bersama. Namun di tengah obrolan, muncul candaan-candaan dari korban yang ternyata membuat pelaku merasa tersinggung dan sakit hati.

"Pelaku yang tersulut emosi kemudian mengajak korban ke rumah kosong milik orang tuanya tersebut. Di sana, sempat terjadi cekcok mulut antara keduanya hingga berujung pada tindakan kekerasan fisik," kata Andry.

Dari pemeriksaan awal, Pelaku RA mengaku menghabisi korban menggunakan botol kaca

Pada awalnya, pelaku menganiaya korban dengan tangan kosong. Namun karena korban memberikan perlawanan, pelaku naik pitam dan mengambil benda-benda yang ada di sekitarnya.

"Pelaku memukulkan sebuah botol kaca ke arah korban hingga mengakibatkan luka parah yang menyebabkan korban meninggal dunia di lokasi kejadian," imbuhnya.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman lebih lanjut untuk mengetahui secara pasti keterkaitan pelaku dan detail peristiwa tersebut, termasuk pasal pidana yang akan disangkakan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....