Polisi Tangkap Tangan Oknum LSM Peras Kades di Jember

  • 25 Mar 2025 22:50 WIB
  •  Jember

KBRN,Jember: Seorang pria berinisial RF yang mengaku sebagai anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) tertangkap operasi tangkap tangan (OTT) unit Resmob Timur Satreskrim Polres Jember, Selasa (25/3/2025).

Pelaku RF diduga melakukan pemerasan terhadap Ahmad Romadhon, Kepala Desa Sukosari, Kecamatan Sukowono, Jember. RF ditangkap usai menerima sejumlah uang dari korban.

Penangkapan ini berawal dari laporan Romadhon yang mengaku resah dengan ulah RF.

Ia menyebut RF kerap berkeliling ke berbagai desa, terutama di Kecamatan Sukowono, dan mendatangi proyek-proyek pembangunan desa.

Modusnya menakut-nakuti pekerja proyek, RF mengklaim menemukan adanya kejanggalan dalam pekerjaan yang sedang berlangsung.

Jika tidak diberikan sejumlah uang, RF mengancam akan memberitakan hal tersebut secara negatif.

"Kalau yang bersangkutan sudah menjadi pembicaraan teman-teman kades di wilayah Sukowono. Modusnya mendatangi proyek, kemudian mengambil gambar dan menakut-nakuti kalau proyek bermasalah, yang ujung-ujungnya minta uang," ujar Romadhon kepada wartawan.

Menurutnya, praktik semacam ini sudah berlangsung cukup lama dan telah membuat para kepala desa di Sukowono merasa tidak nyaman.

Mereka kerap didatangi RF yang mengaku sebagai jurnalis dan aktivis LSM, padahal tujuannya adalah untuk mencari keuntungan pribadi dengan cara yang melanggar hukum.

""Karena ada ancaman, ya saya akhirnya menyiapkan uang yang diminta, dan koordinasi dengan anggota polisi, sehingga yang bersangkutan berhasil diamankan setelah menerima uang," ungkap Romadhon.

Atas laporan tersebut, aparat kepolisian dari unit Resmob Timur Satreskrim Polres Jember segera merespons dan menyusun strategi untuk menangkap RF.

Begitu uang berpindah tangan, petugas langsung bergerak cepat dan menangkapnya di lokasi kejadian.

Sementara itu, Kanit Pidum Polres Jember, Iptu Bagus Dwi Setiawan, membenarkan adanya penangkapan terhadap RF dalam operasi tangkap tangan.

"Saat ini penyidik masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mendalami kasus tersebut," tegasnya.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....