Bisnis Mainan Mini Jadi Tren Kreatif Anak Zaman Sekarang

  • 15 Jul 2026 09:47 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Slime, clay, hingga blind box mini kini menjadi mainan favorit anak-anak. Mainan warna-warni tersebut sering dimainkan bersama teman saat waktu istirahat sekolah maupun sepulang belajar. Tidak hanya untuk dimainkan, tren mainan kecil itu kini juga mulai dijadikan ide usaha sederhana oleh anak-anak. Salah satunya dilakukan Sabrina yang mencoba membuat dan menjual slime dari clay kepada teman-temannya.

Slime buatan tersebut dijual dengan harga Rp 2.000 untuk ukuran kecil dan Rp 4.000 untuk ukuran besar. Dengan berbagai pilihan warna dan bentuk, slime buatannya cukup diminati teman-teman seusianya. Selain slime, Sabrina juga membuat blind box DIY seharga Rp 2.000. Blind box tersebut dibuat dari hasil printing sederhana dengan isi acak seperti mini book, stiker lucu, dan berbagai hadiah kecil lainnya.

"Selain aku memang suka slime, tapi aku juga ingin punya bisnis jualan slime, jadi aku coba-coba untuk jualan juga"ungkap Sabrina, Selasa 7 Juli 2026. Konsep isi random membuat banyak anak penasaran untuk membeli dan mencoba keberuntungannya.

Fatiah dan Caca menjadi salah satu pembeli yang cukup sering membeli slime dan blind box buatan Sabrina. Menurut mereka, bentuknya lucu dan harganya masih terjangkau untuk uang jajan anak-anak.

"Kalau aku suka slime dan blind box buatan Sabrina, bentuknya lucu sih" ungkap Fatiah.

Keinginan Sabrina untuk berjualan muncul dari kemauan sendiri setelah melihat beberapa temannya juga menjual mainan kecil seperti squishy dan scoop order. Dari situ, ia mulai mencoba membuat produk sendiri di rumah lalu menawarkan kepada teman-temannya.

Dalam sehari, hasil penjualan yang didapat rata-rata sekitar Rp 10.000. Meski tidak besar, kegiatan tersebut menjadi pengalaman baru untuk belajar mandiri, berani menawarkan barang, hingga mengenal cara mengatur uang hasil usaha sendiri sejak kecil.

Ibu Sabrina, Nia, mengaku mendukung kegiatan tersebut selama masih dalam batas wajar dan tetap dalam pengawasan orangtua.

"Saya sih mendukung karena selain kreatif tapi juga bisa edukasi anak untuk belajar bekerja dan tanggung jawab sejak dini" ujar Nia. Menurutnya, kegiatan positif seperti ini dapat melatih kreativitas, rasa percaya diri, serta tanggung jawab anak tanpa mengganggu waktu belajar maupun bermain.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....