Kuliner Tradisi Jadi Tren di Festival Pandhalungan 2026

  • 01 Jun 2026 19:10 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Kuliner tradisional kini tidak lagi identik dengan makanan kuno yang ditinggalkan generasi muda. Melalui kreativitas dan pengemasan yang lebih modern, berbagai hidangan khas daerah justru semakin diminati dan menjadi bagian dari gaya hidup masa kini. Fenomena tersebut menjadi pembahasan dalam program "UMKM Bicara" Pro 1 RRI Jember yang mengangkat tema "Saat Kuliner Tradisi Jadi Tren Masa Kini dalam Festival Kuliner Pandhalungan". Dialog menghadirkan Project Manager Festival Kuliner Pandhalungan Vol. 3, Lilian Mulia Sutardjo lalu Koordinator Program Studi Destinasi Pariwisata Politeknik Negeri Jember (Polije), Muhammad Dzulkifli, dan PIC Pameran Sambal Nusantara, John Apriliano, serta PIC Entertainment Event, Eghy Danuarta pada Senin, 25 mei 2026.

Lilian Mulia Sutardjo mengatakan Festival Kuliner Pandhalungan Vol. 3 digelar untuk mengangkat kembali kekayaan kuliner khas Pandhalungan yang merupakan perpaduan budaya Jawa dan Madura di wilayah Tapal Kuda.

Menurutnya, tantangan terbesar kuliner tradisional saat ini adalah menjaga relevansi di tengah maraknya makanan modern yang digemari generasi muda. Karena itu, festival dikemas dengan konsep yang lebih menarik tanpa meninggalkan cita rasa asli.

"Kami ingin menunjukkan bahwa kuliner tradisional tetap bisa tampil menarik, modern, dan diminati generasi muda tanpa kehilangan identitasnya," ujarnya.

Sementara itu, Muhammad Dzulkifli menilai kuliner memiliki peran strategis dalam mendukung sektor pariwisata daerah. Menurutnya, wisata gastronomi menjadi salah satu daya tarik yang mampu mendorong wisatawan mengenal budaya lokal secara lebih mendalam.

Ia menambahkan, festival kuliner tidak hanya menjadi ruang promosi produk makanan, tetapi juga sarana edukasi budaya sekaligus wadah pemberdayaan pelaku UMKM agar mampu meningkatkan kualitas produk, kemasan, dan strategi pemasaran.

Salah satu agenda yang menjadi perhatian dalam festival tersebut adalah Pameran Sambal Nusantara. John Apriliano menjelaskan bahwa sambal dipilih karena memiliki kedekatan dengan budaya makan masyarakat Indonesia dan menjadi bagian penting dalam kuliner Pandhalungan.

"Kami ingin mengajak masyarakat mengenal berbagai jenis sambal dari berbagai daerah sekaligus memahami cerita dan filosofi yang ada di baliknya," katanya.

Untuk menarik minat generasi muda, festival juga dipadukan dengan berbagai hiburan modern.

Eghy Danuarta mengatakan konsep acara dirancang sebagai ruang berkumpul yang menghadirkan pengalaman berbeda melalui pertunjukan musik, area kreatif, instalasi visual, serta beragam sajian kuliner tradisional.

Menurutnya, perpaduan antara budaya, kuliner, dan hiburan menjadi strategi efektif untuk memperkenalkan kekayaan lokal kepada masyarakat yang lebih luas.

"Ada guess star 1 yang nanti kita akan publish mungkin h-1 jadi staytune aja dan pastinya tidak hanya tentang makanan/ sub event, masyarakat jember juga bisa bersenang-senang di jember town square pada 7 Juni 2026 di acara festival kuliner pandhalungan 2026."

Melalui Festival Kuliner Pandhalungan Vol. 3, para penyelenggara berharap kuliner tradisional tidak hanya bertahan sebagai warisan budaya, tetapi juga mampu berkembang menjadi produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi dan daya saing di tengah perubahan zaman.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....