OJK Jember: Pertumbuhan Ekonomi Banyuwangi Tembus 6,14 Persen
- 28 Jul 2026 09:56 WIB
- Jember
RRI.CO.ID Banyuwangi – Kinerja sektor jasa keuangan di wilayah kerja Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember hingga Mei 2026 tetap terjaga di tengah pertumbuhan ekonomi regional yang solid. Banyuwangi mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,14 persen pada Triwulan I 2026, menjadi salah satu yang tertinggi di wilayah Sekarkijang.
Kepala OJK Jember, Aris Budiman mengatakan pertumbuhan ekonomi Banyuwangi melampaui capaian Provinsi Jawa Timur yang sebesar 5,96 persen maupun nasional yang mencapai 5,61 persen. Capaian tersebut ditopang oleh kinerja sektor pertanian, perdagangan, dan industri pengolahan yang tetap tumbuh positif.
"Pada Triwulan I 2026, pertumbuhan Bkonomi Banyuwangi mencapai 6,14 Persen," ungkap Aris.
| Baca juga: AI Ubah Dunia Kerja |
Pada Triwulan I 2026, seluruh kabupaten di wilayah Sekarkijang yang meliputi Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang mencatat pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen. Jember menjadi daerah dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 6,35 persen, disusul Banyuwangi 6,14 persen, Lumajang 5,89 persen, Situbondo 5,50 persen, dan Bondowoso 5,42 persen.
Kinerja tersebut turut diikuti pertumbuhan sektor jasa keuangan. Hingga 31 Mei 2026, penyaluran kredit perbankan di wilayah Sekarkijang masih mencatat pertumbuhan positif. Outstanding kredit bank umum mencapai Rp62,42 triliun atau tumbuh 0,78 persen secara tahunan, sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 16,58 persen menjadi Rp55,80 triliun.
Pertumbuhan juga terjadi pada sektor pasar modal. Jumlah investor di wilayah Sekarkijang mencapai 431.375 Single Investor Identification (SID), meningkat 70,42 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Banyuwangi menjadi salah satu daerah dengan pertumbuhan investor tertinggi, yakni 80,71 persen.
OJK juga mencatat pembiayaan perusahaan pembiayaan di wilayah Sekarkijang mencapai Rp4,86 triliun atau tumbuh 4,34 persen secara tahunan. Sementara sektor asuransi jiwa menunjukkan pemulihan dengan premi mencapai Rp271,49 miliar atau meningkat 58,28 persen dibanding tahun sebelumnya.
Selain memperkuat pengawasan sektor jasa keuangan, OJK terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat. Selama Semester I 2026, Kantor OJK Jember telah menggelar 36 kegiatan edukasi yang menjangkau lebih dari 20.500 peserta dari berbagai kalangan.
Di Banyuwangi, salah satu program yang dijalankan ialah Desa Ekosistem Keuangan Inklusif (Desa EKI) di Kampung Nelayan Merah Putih, Kelurahan Lateng. Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat sekaligus mendukung pemberdayaan ekonomi lokal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....