Kebiasaan Investasi Bisa Dibangun sejak Dini

  • 28 Jul 2026 19:36 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember – Investasi tidak lagi identik dengan kalangan pebisnis atau mereka yang memiliki modal besar. Mahasiswa pun dapat mulai berinvestasi sejak dini sebagai langkah membangun kebiasaan mengelola keuangan sekaligus mempersiapkan kebutuhan di masa depan.

Pada program Jaga Malam Pro 2 Jember edisi 15 Juni 2023, Hardy Tandoko menyampaikan bahwa investasi pada dasarnya merupakan upaya menunda konsumsi saat ini demi memperoleh manfaat yang lebih besar di masa mendatang.

"Investasi itu sederhananya menunda keinginan saat ini untuk kepuasan di masa yang akan datang. Misalnya menyisihkan uang untuk membeli rumah, dana pernikahan, atau kebutuhan jangka panjang lainnya," ujar Hardy sebagai perwakilan Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) Fakuktas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember.

Menurut Hardy, mahasiswa justru berada pada fase yang tepat untuk mulai belajar berinvestasi. Saat ini, investasi di pasar modal semakin mudah dijangkau karena dapat dimulai dengan modal yang relatif kecil, sehingga cocok bagi pemula yang ingin memahami mekanisme investasi tanpa menanggung risiko yang terlalu besar.

"Mulailah dengan modal yang kecil terlebih dahulu. Selain risikonya lebih ringan, kita juga bisa belajar membangun kebiasaan menyisihkan uang dan tidak boros," katanya, Kamis (15/06/2023).

Sementara itu, Roi Rizki Fauzi yang juga bagian dari KSPM Universitas Jember, menjelaskan bahwa Galeri Investasi merupakan sarana edukasi dan praktik investasi bagi mahasiswa yang berada di bawah naungan Bursa Efek Indonesia (BEI). Melalui fasilitas tersebut, mahasiswa dapat mengenal berbagai instrumen investasi sekaligus belajar memahami pasar modal secara langsung.

Roi menambahkan, sebelum memutuskan berinvestasi, seseorang perlu melakukan riset terhadap sektor maupun perusahaan yang diminati. Menurutnya, memahami tren industri, prospek pertumbuhan, hingga kondisi fundamental perusahaan menjadi langkah penting untuk mengenali peluang investasi yang potensial.

"Calon investor perlu mempelajari laporan keuangan perusahaan, melihat pertumbuhan laba, kualitas manajemen, hingga posisi perusahaan di pasar sebelum memutuskan berinvestasi," jelas Roi yang ikut juga di Jaga Malam Pro 2 Jember, Kamis (15/06/2023).

Hardy menyarankan agar investor pemula memilih instrumen yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Misalnya, berinvestasi pada perusahaan yang produknya telah dikenal luas sehingga lebih mudah dipahami sebelum mempelajari analisis yang lebih kompleks seperti analisis fundamental maupun teknikal.

Selain saham, ia menjelaskan terdapat berbagai instrumen investasi lain yang dapat dipilih, seperti obligasi, reksa dana, emas, hingga properti. Khusus reksa dana, instrumen tersebut dinilai cocok bagi masyarakat yang belum memiliki banyak waktu untuk mempelajari pasar modal karena dana dikelola oleh manajer investasi profesional.

Dalam kesempatan yang sama, Hardy mengingatkan bahwa investasi selalu memiliki risiko sehingga tidak ada keuntungan tanpa kemungkinan kerugian. Oleh karena itu, pengelolaan keuangan menjadi hal yang tidak kalah penting sebelum mulai berinvestasi.

Ia menyarankan agar setiap orang membagi keuangannya ke dalam beberapa pos, seperti kebutuhan sehari-hari, dana darurat, dan dana investasi. Dengan demikian, ketika menghadapi kondisi mendesak, investor tidak perlu mencairkan aset investasi yang masih direncanakan untuk jangka panjang.

"Risiko investasi tidak bisa dihilangkan, tetapi bisa diminimalkan dengan pengelolaan uang yang baik dan terus belajar mengenai investasi itu sendiri," ujarnya.

Roi menambahkan bahwa riset menjadi kunci dalam meminimalkan risiko. Semakin banyak informasi yang dikumpulkan mengenai aset atau perusahaan yang akan dipilih, semakin besar pula peluang investor mengambil keputusan yang tepat.

Bagi mahasiswa yang ingin mulai belajar investasi, Hardy menyarankan memanfaatkan berbagai sumber pembelajaran yang kini mudah diakses, seperti buku, seminar, media sosial, hingga kanal edukasi digital. Ia juga menekankan pentingnya berdiskusi dengan komunitas agar dapat saling bertukar pengalaman dan mengevaluasi strategi investasi.

Senada dengan itu, Roy mengungkapkan bahwa KSPM Universitas Jember secara rutin menghadirkan konten edukasi melalui media sosial, termasuk Instagram, TikTok, dan podcast yang membahas berbagai materi seputar investasi dan pasar modal. Melalui edukasi tersebut, KSPM berharap semakin banyak generasi muda memahami pentingnya literasi keuangan dan mulai membangun kebiasaan berinvestasi secara bijak sejak masih duduk di bangku kuliah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....