Kembangkan Industri Musik menjadi Ekonomi Kreatif, DRP Hadir di Jember

  • 21 Feb 2025 22:55 WIB
  •  Jember

KBRN,Jember: Deyana Raditya Paramita (DRP), sebuah korporasi dengan membawa semangat pemberdayaan ekonomi kreatif di industri musik resmi hadir di Kabupaten Jember.

Kehadiran DRP di Kabupaten Jember menjadi angin segar para seniman khususnya mereka yang bergelut di industri musik untuk dapat mengangkat potensi-potensi ekonomi kreatif di daerah sampai ke tingkat Nasional.

Tidak hanya menjadi perusahaan dengan core bisnis label rekaman namun DRP juga sebagai sub agregator dan sub publisher.

Co Founder DRP, Rachmat Idisetyo mengungkapkan Jember memiliki banyak potensi seniman seperti dari pencipta lagu, penata musik dan termasuk konten kreator. Namun sejauh ini banyak yang kurang tergali.

"DRP pada dasarnya tidak lebih dari sebuah korporasi tapi ada sedikit yang membedakan dengan korporasi lainnya, karena dari semangat awalnya kita ingin mengangkat potensi-potensi ekonomi kreatif di daerah khususnya dalam industri musik di jember" kata Rachmat saat soft launching DRP di Jember, Jumat (21/2/2025).

Menurutnya, Didalam era digital saat ini, banyak para seniman daerah yang belum mengetahui tentang apa itu publisher, penerbit musik, agregaratur, agregator dengan lebel rekaman, serta bedanya dengan konten kreator.

Padahal itu memiliki arti penting bagi mereka yang ingin sukses berkiprah di industri musik hingga level nasional bahkan internasional.

"Potensi yang ada di daerah ini, banyak kendalanya, seperti contoh karya cipta lagu itu ketika dibawa ke publisher atau kuasa pemegang atau label itu yang dibawa bukan hanya lagu yang masih dalam kertas dalam dalam tulisan notasi tapi sudah berwujud dalam arti berwujud yang sudah jadi konten agar bisa dilihat," jelasnya.

Oleh sebab itu melalui wadah DRP maka diharapkan bisa memberikan edukasi dan mengasah potensi seniman musik di Jember.

"DRP menjadi korporasi ideal yang membawa amanah dari para seniman musik untuk memberikan perlindungan hukum dan peningkatan ekonomi," terangnya.

Menurutnya, Jember terpilih sebagai awalan projek DRP, lataran dari hasil mapping, yang mana pihaknya sudah melakukan penjaringan di Jember.

"Kalau di Jawa Timur itu hanya beberapa kota besar, contohnya Surabaya, Banyuwangi, Malang dan Jember.

Diharapkan, hadirnya DRP mampu menjaring potensi seniman lokal di kabupaten jember.

"Kalau target dari Tallent kita itu, supaya satu bisa diterima pasar musik di Indonesia, artinya bisa punya nama, terus dikenal. yang paling penting ini lebih berkualitas lagi dengan jam terbang lebih tinggi," tegas Rachmat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....