Primbon dalam Tradisi Jawa, Cara Leluhur Membaca Pola dan Meminimalkan Risiko
- 31 Agt 2026 12:05 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember – Primbon dalam tradisi Jawa tidak hanya dikenal sebagai kumpulan perhitungan mengenai hari dan pasaran, tetapi juga memuat pengetahuan yang lahir dari pengamatan leluhur terhadap berbagai peristiwa. Pengetahuan tersebut digunakan sebagai bahan pertimbangan sebelum masyarakat menjalankan berbagai kegiatan dalam kehidupan sehari-hari.
Pinisepuh Yayasan Puri Asih Mustika Jawa, Ki R. Budi Siswanto Wongsodjono, menjelaskan bahwa primbon berkaitan erat dengan ilmu titen, yaitu proses mengamati berbagai kejadian dan mengenali pola yang muncul secara berulang.
Menurut Ki Budi, pengetahuan tersebut merupakan hasil pengamatan yang dilakukan leluhur dalam waktu yang panjang. Ia bahkan menyebut proses tersebut memiliki kemiripan dengan cara kerja statistik modern.
“Ini adalah hasil observasi, penelitian para leluhur dulu secara statistik. Jadi selama berabad-abad,” ujar Ki Budi dalam program Ruang Budaya Pro 1 Jember, Kamis, 9 April 2026.
Ia menjelaskan, berbagai hasil pengamatan tersebut kemudian disimpan dan diwariskan melalui primbon. Ki Budi sendiri menyebut memiliki sejumlah koleksi primbon yang dikumpulkannya selama bertahun-tahun.
Dalam pemanfaatannya, primbon menurut Ki Budi dapat dianalogikan sebagai bentuk analisis SWOT. Pengetahuan tersebut digunakan untuk mempertimbangkan berbagai hal sebelum seseorang mengambil keputusan, termasuk ketika membangun rumah, membuka usaha, maupun menyelenggarakan hajatan.
“Primbon itu menurut saya sih merupakan analisis SWOT. Jadi bagaimana seseorang untuk melakukan usaha-usaha, baik itu dalam membangun rumah, mau menikahkan putrinya atau anak lakinya. Ini adalah bagian-bagian dari satu persiapan jangan sampai ada aral yang melintang,” jelasnya.
Perhitungan hari dalam tradisi tersebut, lanjutnya, tidak dimaksudkan untuk menentang takdir. Perhitungan digunakan sebagai bagian dari persiapan agar berbagai kemungkinan yang dapat menghambat suatu kegiatan dapat dipertimbangkan lebih awal.
| Baca juga: Topeng yang Menemukan Pewaris |
“Menghitung hari bukan menantang takdir, tapi untuk meminimalkan kegagalan saat membuka usaha atau ada hajatan,” kata Ki Budi.
Konsep tersebut juga berkaitan dengan cara masyarakat Jawa membaca perubahan musim. Salah satu bentuk pengetahuan tradisional yang disebut dalam pembahasan adalah Pranata Mangsa, yang digunakan untuk mengenali pola musim berdasarkan pengamatan terhadap kondisi alam.
Ki Budi mencontohkan proses perubahan kondisi cuaca yang terjadi saat ini dapat berbeda dengan pola musim yang selama ini dikenal dalam pengetahuan tradisional. Menurutnya, leluhur dahulu menggunakan tanda-tanda alam sebagai salah satu dasar untuk menentukan berbagai aktivitas masyarakat.
Sementara itu di program siaran yang sama, Ki Bagus Wijaya selaku praktisi budaya dan kearifan lokal, menjelaskan bahwa primbon juga memuat berbagai sistem perhitungan yang terbentuk dari proses pengamatan terhadap kejadian dari waktu ke waktu. Sistem tersebut antara lain berkaitan dengan Pranata Mangsa, Wuku, dan Neptu.
“Para leluhur menggunakan ilmu titen, niteni dari kejadian per kejadian dari tahun ke tahun, sehingga muncullah apa itu Pranata Mangsa, muncullah Wuku, muncullah Neptu,” terang Ki Bagus.
Dengan demikian, primbon dapat dilihat sebagai salah satu bentuk dokumentasi pengetahuan tradisional. Pengamatan terhadap kejadian yang berlangsung berulang kemudian menghasilkan pola dan perhitungan yang diwariskan kepada generasi berikutnya.
Meski memiliki fungsi sebagai bahan pertimbangan dalam tradisi masyarakat Jawa, pemaknaan terhadap primbon tetap perlu ditempatkan dalam konteks budaya. Primbon tidak serta-merta dapat disamakan dengan metode ilmiah modern, tetapi dapat dipelajari sebagai rekaman mengenai bagaimana masyarakat masa lalu mengamati lingkungan dan berbagai peristiwa dalam kehidupannya.
Melalui pendekatan tersebut, primbon dapat menjadi pintu masuk untuk memahami cara leluhur mengelola ketidakpastian, membaca pola, dan mempersiapkan diri sebelum menjalankan suatu kegiatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....