BEC 2026 Padukan Tradisi Banyuwangi dengan Fashion Kelas Dunia
- 19 Jul 2026 02:43 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Banyuwangi – Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026 kembali menghadirkan pertunjukan budaya yang memadukan tradisi lokal dengan konsep fashion carnival bertaraf internasional. Digelar di pusat Kota Banyuwangi, Sabtu 18 Juli 2026, parade tersebut mengangkat tema "Perang Bayu", yang merefleksikan perjuangan rakyat Blambangan melawan kolonialisme pada abad ke-18.
Parade diawali dengan penampilan kesenian khas Banyuwangi, seperti Kuntulan Ewon, Tari Seblang, Gandrung, Jaranan Butho, hingga Barong. Sajian kolosal tersebut memperkuat identitas budaya Banyuwangi sebelum dilanjutkan parade kostum modern yang terinspirasi dari sejarah dan tradisi lokal.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan kemajuan zaman tidak boleh menggeser nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur. Menurutnya, inovasi justru harus menjadi sarana untuk memperkenalkan budaya Banyuwangi kepada masyarakat yang lebih luas.
"Globalisasi tidak boleh menyingkirkan budaya, tradisi, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan nenek moyang. Justru kemajuan harus menjadi medium untuk terus melestarikan budaya kita," ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Sabtu 18 Juli 2026.
Sekitar 100 talent menampilkan busana bertema "Perang Bayu" dengan desain modern yang tetap berpijak pada unsur budaya lokal. Mereka berjalan sepanjang rute sekitar 2 kilometer dari Taman Blambangan menuju Jalan Ahmad Yani, disaksikan ribuan masyarakat dan wisatawan.
Ketua Dewan Kesenian Blambangan (DKB) Hasan Basri menilai BEC menjadi etalase budaya Banyuwangi di tingkat internasional. Menurutnya, perkembangan industri kreatif harus tetap menjadikan nilai-nilai lokal sebagai identitas utama.
"BEC adalah etalase utama untuk menunjukkan keindahan budaya Banyuwangi di panggung dunia," kata Ketua Dewan Kesenian Blambangan Hasan Basri.
Selain menjadi pertunjukan seni, tema "Perang Bayu" juga mengangkat pesan sejarah tentang semangat perjuangan masyarakat Blambangan dalam mempertahankan kedaulatan wilayahnya. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat menginspirasi generasi muda untuk terus menjaga budaya, sejarah, dan identitas daerah.
BEC 2026 dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata Zita Anjani, perwakilan Kementerian Pariwisata, anggota DPR RI, pimpinan BUMN, serta sejumlah tokoh nasional. Parade juga disaksikan delegasi dari negara anggota ASEAN, East Asia Summit (EAS), dan Pacific Islands Forum (PIF).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....