Pawai Budaya Hari Jadi ke-207 Bondowoso Angkat Harmoni Budaya dan Geopark

  • 26 Agt 2026 11:00 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Bondowoso – Bupati Bondowoso bersama jajaran Forkopimda melepas pemberangkatan Pawai Budaya dalam rangka Hari Jadi Kabupaten (Harjabo) ke-207 di depan Pendopo Kabupaten Bondowoso, Rabu, 26 Agustus 2026.

Pawai budaya tahun ini mengusung tema “Harmoni Budaya dan Geopark Menuju Indonesia Berdaulat.” Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat potensi budaya dan kekayaan alam sebagai modal pembangunan menuju Bondowoso yang berkelanjutan, berdaya saing, sejahtera, dan berkah.

Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid mengatakan, momentum Hari Jadi ke-207, sejarah perjuangan Raden Bagus Asra atau Ki Bagus Asra turut menjadi pijakan semangat pembangunan daerah. Pada 1819, Ki Bagus Asra yang bergelar Massaid atau Kyai Amiruddin ditunjuk sebagai pemimpin Negeri Bondowoso pertama oleh Bupati Besuki.

" Ki Bagus Asra dikenal sebagai sosok yang membuka wilayah hutan dengan keberanian, kearifan, dan kerja keras hingga meletakkan fondasi pemerintahan dan peradaban di Bondowoso, " terangnya.

Semangat pantang menyerah para pendiri daerah tersebut diharapkan terus diwarisi generasi saat ini dalam mengawal pembangunan Bondowoso, baik sekarang maupun pada masa mendatang.

" Pawai Budaya Harjabo ke-207 juga melibatkan murid-murid dari berbagai jenjang pendidikan, mulai SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA, " lanjutnya.

Pelibatan pelajar tersebut ditujukan agar generasi muda tidak sekadar menjadi penonton, tetapi turut mengambil peran dalam pelestarian budaya dan pengembangan potensi daerah.

Sejumlah seni tradisi Bondowoso, seperti Tari Singo Ulung dan Tari Topeng Khonah, menjadi bagian dari kekayaan budaya yang diperkenalkan melalui kegiatan tersebut.

" Keberadaan Ijen UNESCO Global Geopark juga menjadi bagian penting dalam narasi pelestarian lingkungan dan budaya daerah," ungkap bupati.

Upaya tersebut selaras dengan visi RPJMD Kabupaten Bondowoso 2025–2029, yakni “Mewujudkan Bondowoso Tangguh, Unggul, Berdaya Saing Global dan Berbudaya dalam Bingkai Keimanan dan Ketakwaan.”

Pelestarian budaya dan lingkungan juga mendukung misi kelima, yakni membangun ekosistem harmonis melalui pelestarian lingkungan hidup dan kebudayaan inklusif berbasis kearifan lokal.

Dalam pelaksanaan Pawai Budaya, masyarakat juga diajak menjaga persaudaraan, keamanan, kebersihan, dan keselamatan selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung.

Penonton diminta memberikan ruang serta apresiasi secara tertib kepada seluruh peserta pawai. Masyarakat juga diimbau tidak membuang sampah sembarangan dan bersama-sama menjaga kebersihan Alun-Alun serta sepanjang rute pawai.

Keselamatan masyarakat, khususnya anak-anak dan peserta pawai, juga menjadi perhatian agar seluruh rangkaian peringatan Hari Jadi ke-207 Kabupaten Bondowoso dapat berlangsung aman dan lancar.

Melalui Pawai Budaya tersebut, peringatan Hari Jadi Bondowoso tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga momentum untuk memperkuat identitas budaya, menjaga lingkungan, serta menanamkan nilai sejarah dan kearifan lokal kepada generasi penerus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....