Jejak Purba Bondowoso Promosikan 1.423 Cagar Budaya Megalitikum
- 21 Jun 2026 01:43 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Bondowoso – Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Bondowoso terus memperkenalkan kekayaan peninggalan megalitikum yang tersebar di berbagai wilayah. Upaya tersebut diwujudkan melalui gelaran Jejak Purba Bondowoso yang berlangsung di Museum Terbuka Megalitikum Bondowoso, Desa Pekauman, Kecamatan Grujugan, selama dua hari, Jumat-Sabtu, 19-20 Juni 2026.
Kepala Disparbudpora Bondowoso, Gede Budiawan, mengungkapkan bahwa Bondowoso memiliki kekayaan benda cagar budaya megalitikum yang sangat melimpah. Berdasarkan data yang dimiliki, terdapat sebanyak 1.423 unit benda cagar budaya yang tersebar di wilayah Bondowoso.
Meski demikian, menurutnya masih terdapat tantangan besar dalam mengenalkan kekayaan budaya tersebut kepada masyarakat luas, khususnya sebagai destinasi wisata edukasi.
"Memang tantangan kita, PR (pekerjaan rumah) kita," ujar Gede.
Ia menjelaskan, selama ini Disparbudpora terus melakukan berbagai upaya pelestarian dan pemeliharaan situs megalitikum. Kegiatan tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan Juru Pelihara dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Trowulan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, serta petugas internal di Bondowoso.
Selain pemeliharaan, Disparbudpora juga menggratiskan kunjungan ke Museum Terbuka Megalitikum Bondowoso, terutama bagi kalangan pelajar. Kebijakan tersebut diambil sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan edukasi sejarah dan budaya kepada generasi muda.
Untuk memperluas jangkauan edukasi, Disparbudpora juga menjalin kolaborasi dengan Dinas Pendidikan agar pengenalan warisan megalitikum dapat masuk ke lingkungan sekolah secara berkelanjutan.
"Kami berharap betul promosi megalitikum ini bisa berkelanjutan," ungkap Gede.
Sementara itu, Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Sekretariat Daerah Kabupaten Bondowoso, Nunung Setianingsih, menegaskan bahwa situs megalitik, tradisi luhur, kesenian rakyat, dan berbagai nilai kearifan lokal merupakan warisan berharga yang harus dijaga bersama.
Menurutnya, warisan budaya tidak hanya menjadi peninggalan masa lalu yang dikenang, tetapi juga sumber inspirasi, pembelajaran, dan kekuatan dalam membangun masa depan daerah.
Melalui seni, tradisi, dan budaya, masyarakat dapat memperkuat identitas daerah, menumbuhkan rasa bangga generasi muda, sekaligus mempererat persatuan dan kebersamaan.
"Pelestarian budaya tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, tetapi memerlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, komunitas, dunia pendidikan, pelaku usaha, media, dan masyarakat,"pungkas Nunung.
Melalui kegiatan Jejak Purba Bondowoso, Pemerintah Kabupaten Bondowoso berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian warisan budaya semakin meningkat.
Kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat posisi Bondowoso sebagai salah satu kawasan megalitikum terbesar di Indonesia sekaligus menjadi destinasi wisata edukasi yang menarik bagi generasi muda maupun wisatawan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....