Seni Memilih Masa Depan: Forum Anak Jember Bagikan Tips Tentukan Prioritas
- 15 Sep 2026 07:44 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember – Memasuki kelas 3 SMA atau sederajat menjadi salah satu fase penting bagi remaja. Selain menghadapi persiapan kelulusan, siswa juga mulai dihadapkan pada berbagai pilihan mengenai pendidikan dan rencana masa depan, mulai dari perguruan tinggi, sekolah kedinasan, hingga pilihan untuk langsung memasuki dunia kerja. Hal tersebut dibahas dalam program Jaga Malam Pro 2 RRI Jember yang menghadirkan dua anggota Forum Anak Jember, Moch. Dhiesta Viranda, siswa SMA Muhammadiyah 3 Jember, dan Farha Zulfa Abidah, siswi MAN 1 Jember pada Jaga Malam PRO 2 Jember, 12 September 2026. Keduanya berbagi pengalaman sekaligus tips bagi siswa kelas 12 agar lebih bijak menentukan prioritas dan tidak mudah terbawa tekanan lingkungan.
Farha mengaku, berada di penghujung masa sekolah menghadirkan perasaan yang campur aduk. Selain bahagia karena semakin dekat dengan kelulusan, muncul pula rasa cemas dan overthinking ketika mulai memikirkan persiapan menuju jenjang berikutnya. "Jujur rasanya campur aduk, overthinking iya, sedih iya, bahagia juga iya. Kaget karena ternyata persiapan buat masuk kuliah itu sesusah dan sehektik itu," ungkap Farha saat siaran di 89,5 FM Pro 2 RRI Jember.
Menurut Farha dan Desta, kebingungan dalam menentukan masa depan juga dapat muncul karena banyaknya pilihan dan ekspektasi. Siswa tidak hanya mempertimbangkan keinginan pribadi, tetapi juga harus menghadapi pilihan antara perguruan tinggi negeri, sekolah kedinasan, maupun harapan orang tua dan lingkungan sekitar. Untuk mengurangi kebingungan tersebut, langkah pertama yang dinilai penting adalah mengenali potensi diri. Farha memilih melakukan journaling untuk memahami minat dan kemampuannya, sekaligus berdiskusi dengan guru bimbingan dan konseling. Sementara Desta lebih banyak meminta pandangan dari teman sebaya dan keluarga sebelum menentukan pilihan.
Keduanya juga mengingatkan siswa agar tidak mudah mengambil keputusan hanya karena mengikuti tren di media sosial. Fenomena Fear of Missing Out atau FOMO dapat membuat seseorang merasa harus memilih sesuatu hanya karena banyak orang lain melakukannya. Karena itu, siswa perlu membedakan antara keinginan yang muncul karena ikut-ikutan dengan minat yang memang sudah lama dimiliki dan konsisten dijalani. Mengenali diri sendiri dinilai menjadi bekal penting agar keputusan yang diambil tidak hanya mengikuti pilihan orang lain.
Dalam menentukan prioritas, siswa juga disarankan membuat daftar pertimbangan secara realistis. Minat dan kemampuan perlu diseimbangkan dengan kesiapan mental, kondisi finansial, serta peluang untuk mencapai pilihan yang dituju. Dengan begitu, keputusan tidak hanya berdasarkan keinginan, tetapi juga mempertimbangkan kondisi yang benar-benar dimiliki. Selain Plan A, Dhiesta dan Farha menilai siswa perlu menyiapkan Plan B. Rencana cadangan bukan berarti seseorang tidak yakin terhadap impiannya, melainkan menjadi langkah antisipasi apabila pilihan utama belum berhasil. Kehadiran Plan B juga dapat membantu siswa mengurangi kepanikan ketika menghadapi hasil yang tidak sesuai harapan. Dengan memiliki beberapa alternatif yang telah dipertimbangkan sejak awal, siswa dapat tetap melanjutkan langkah tanpa merasa seluruh masa depannya berakhir hanya karena satu pilihan tidak tercapai.
Di sisi lain, komunikasi dengan orang tua juga menjadi bagian penting dalam menentukan masa depan. Perbedaan pilihan antara anak dan orang tua sebaiknya tidak langsung menjadi konflik. Kedua narasumber mendorong siswa untuk memilih waktu dan suasana yang tepat agar dapat menyampaikan keinginan sekaligus alasan secara terbuka. Melalui komunikasi yang baik, pilihan pendidikan yang diinginkan siswa dapat dibicarakan bersama dengan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk kemampuan, kondisi keluarga, dan rencana jangka panjang.
Menutup perbincangan, anggota Forum Anak Jember mengingatkan siswa kelas 12 agar tidak menjadikan pencapaian orang lain sebagai ukuran keberhasilan diri sendiri. Rasa lelah, cemas, maupun takut menghadapi masa depan merupakan bagian dari proses yang wajar. Setiap siswa memiliki kemampuan, kondisi, dan jalur masing-masing. Karena itu, menentukan masa depan bukan tentang siapa yang paling cepat sampai, melainkan bagaimana setiap orang mampu memilih langkah yang sesuai dengan dirinya dan terus bergerak menuju tujuan yang ingin dicapai.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....