Keterampilan Penting yang Tak Diajarkan di Kelas
- 18 Jun 2026 10:50 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Pelajar SMAN 1 Arjasa, yakni Diah, Naura, Fadila, dan Yoana, membahas pentingnya keterampilan hidup yang tidak diajarkan secara langsung di ruang kelas dalam program SKENA (Siaran Edukasi Anak Muda) di Sore Ceria English Edition Pro 2 RRI Jember, pada Rabu, 17 Juni 2026. Melalui tema “Skills They Don’t Teach You in the Classroom”, mereka mengajak generasi muda untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan dengan menguasai berbagai kemampuan non-akademik.
Mereka menilai bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh nilai akademik. Ada 4 keterampilan yang dianggap penting, yaitu public speaking, leadership, personal branding, dan emotional intelligence.
Pada pembahasan mengenai public speaking, mereka menilai bahwa presentasi di kelas belum tentu mencerminkan kemampuan berbicara di depan umum yang sesungguhnya. Menurut mereka, public speaking bukan sekadar membaca materi dari slide presentasi, melainkan kemampuan berinteraksi dengan audiens, menyampaikan gagasan secara jelas, serta membangun komunikasi yang menarik.
Sementara itu, leadership atau kepemimpinan disebut sebagai kemampuan yang dibutuhkan dalam berbagai aspek kehidupan, baik di lingkungan sekolah, organisasi, maupun kehidupan sosial. Kepemimpinan juga dianggap penting untuk melatih disiplin diri dan kemampuan mengambil keputusan tanpa harus selalu bergantung pada orang lain.
Mereka juga menyoroti pentingnya personal branding di era digital. Personal branding bukan sekadar membangun citra melalui media sosial yang terlihat menarik, melainkan bagaimana seseorang menunjukkan karakter, integritas, dan kontribusinya di lingkungan sekitar. Keterampilan ini dinilai menjadi nilai tambah saat mendaftar beasiswa, perguruan tinggi, maupun pekerjaan.
Selain itu, emotional intelligence atau kecerdasan emosional juga dinilai berperan besar dalam kehidupan pelajar. Kemampuan mengelola emosi, menerima kritik, dan bekerja sama dalam tim menjadi modal penting agar seseorang mampu berkembang secara sehat di tengah berbagai tantangan sosial maupun akademik.
Mereka menutup siaran dengan menyampaikan pesan kepada pendengar agar tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga aktif mengembangkan keterampilan hidup yang dapat menunjang masa depan.
“If you want to get knowledge, you have to pay attention. Knowledge is not free”, ujar Diah.
Mereka mengingatkan setiap pelajar bahwa ilmu tidak diperoleh secara instan. Dibutuhkan perhatian, usaha, serta kemauan untuk terus belajar agar dapat mengembangkan kemampuan diri secara maksimal.
Melalui diskusi tersebut, mereka berharap generasi muda dapat mulai melatih kemampuan public speaking, kepemimpinan, personal branding, dan kecerdasan emosional sejak dini sebagai bekal menghadapi dunia pendidikan, organisasi, maupun dunia kerja di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....