PWRI Pasirian Santuni Yatim Piatu,Tebar Kepedulian dan Harapan
- 22 Jun 2026 09:40 WIB
- Jember
RRI.CO.ID,Lumajang- Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kecamatan Pasirian kembali menunjukkan kepeduliannya kepada anak-anak yatim piatu melalui kegiatan pembinaan akidah akhlak dan santunan rutin yang digelar di Asrama Putra Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Muhammadiyah Darul Istiqomah Pasirian, Minggu (21/6/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Ketua PWRI Pasirian,Sutrisno, S.Pd,menegaskan bahwa menyantuni anak yatim piatu bukan hanya bentuk ibadah,tetapi juga tanggung jawab sosial yang harus dijalankan bersama.
Menurutnya, terdapat setidaknya tiga alasan utama mengapa umat Islam berkewajiban memberikan perhatian kepada anak-anak yatim piatu.
Pertama, mereka kehilangan figur ayah maupun ibu yang selama ini menjadi pelindung utama dalam kehidupan. Kedua, tanpa dukungan dan kepedulian masyarakat,mereka berisiko tertinggal dalam berbagai aspek, mulai dari pendidikan, pemenuhan gizi hingga perlindungan dari berbagai bentuk eksploitasi. Ketiga, perhatian dan kasih sayang yang diberikan akan membantu mereka tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan berdaya di masa depan.
“Anak-anak yang mendapatkan perhatian dan kasih sayang memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh menjadi pribadi yang kuat dan mandiri. Sebaliknya, jika mereka terabaikan, luka kehilangan yang dialami bisa terbawa hingga dewasa,” ujar Sutrisno di hadapan para wali santri, pengurus PWRI,dan jajaran pengelola LKSA.
Pada kesempatan yang sama, Penasehat LKSA Darul Istiqomah Pasirian,Ustadz Gatot Sudjono, mengingatkan bahwa kepedulian terhadap anak yatim piatu memiliki landasan kuat dalam ajaran Islam. Ia menjelaskan bahwa perintah untuk menyantuni anak yatim mendapat perhatian besar dalam Al-Qur'an dan menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian terhadap sesama.
“Islam menempatkan perhatian kepada anak yatim sebagai amalan yang sangat mulia.Menyantuni mereka merupakan wujud nyata kepedulian sosial yang diajarkan agama,” ungkapnya.
Namun demikian, Gatot mengakui masih ada sebagian orang tua yang merasa khawatir untuk menitipkan putra-putrinya di lembaga kesejahteraan sosial anak,Kekhawatiran tersebut umumnya berkaitan dengan keamanan,perlakuan terhadap anak,hingga potensi terjadinya kekerasan, penelantaran, maupun perundungan (bullying).
Untuk menjawab kekhawatiran tersebut, LKSA Darul Istiqomah menerapkan pendekatan komunikasi terbuka melalui prinsip “Rembug Bareng” dengan para orang tua, Melalui pola ini, setiap persoalan yang muncul dapat dibicarakan dan diselesaikan secara bersama-sama.
Selain itu,pihak LKSA juga memberikan keleluasaan kepada orang tua untuk mengunjungi anak-anak mereka kapan saja tanpa pembatasan waktu tertentu.Kebijakan tersebut diharapkan dapat memperkuat kepercayaan orang tua sekaligus memastikan tumbuh kembang anak berlangsung dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang.
Kegiatan santunan dan pembinaan ini menjadi bukti nyata sinergi antara organisasi kemasyarakatan, lembaga sosial, dan masyarakat dalam menghadirkan kepedulian bagi anak-anak yatim piatu.
Melalui perhatian bersama, diharapkan mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang berakhlak, mandiri, dan memiliki masa depan yang lebih baik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....