Berbuat Baik kepada Tetangga Perlu Dijaga, untuk Seimbangkan Kehidupan Beragama
- 29 Agt 2026 17:03 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember – Berbuat baik kepada tetangga menjadi bagian penting dalam membangun hubungan sosial sekaligus menjalankan ajaran Islam. Hubungan dengan sesama manusia atau hablum minannas dinilai perlu berjalan seimbang dengan hubungan manusia kepada Allah atau hablum minallah untuk mewujudkan kehidupan yang baik di dunia dan akhirat.
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jember, Dr. K.H. Abdul Haris, M.Ag., menjelaskan bahwa setiap manusia pada dasarnya memiliki keinginan untuk memperoleh keberhasilan dan kebahagiaan, baik dalam kehidupan dunia maupun akhirat.
Menurut Abdul Haris, keinginan tersebut perlu diwujudkan dengan memaksimalkan dua bentuk hubungan, yakni hubungan dengan Allah dan relasi dengan sesama manusia. Ia menegaskan bahwa keberhasilan manusia pada hakikatnya merupakan pemberian Allah sehingga manusia tidak seharusnya mengabaikan kewajiban kepada-Nya.
"Yang ada adalah orang yang disukseskan oleh Allah. Tidak ada orang bahagia, yang ada adalah orang yang dibahagiakan oleh Allah," ujar Abdul Haris dalam program Mutiara Pagi Pro 1 Jember, Rabu, 8 April 2026.
Ia menambahkan, hablum minallah tidak dapat dipisahkan dari hablum minannas. Hubungan tersebut tidak hanya mencakup interaksi dengan tetangga, tetapi juga cara seseorang memperlakukan orang tua, pasangan, anak, dan orang-orang di lingkungan sekitarnya.
Abdul Haris mencontohkan hubungan antara orang tua dan anak. Menurutnya, seseorang yang menginginkan anaknya berbakti kepadanya juga harus terlebih dahulu menunjukkan bakti kepada orang tuanya. Prinsip tersebut menunjukkan bahwa kebaikan dalam keluarga perlu dibangun melalui keteladanan, bukan sekadar tuntutan.
Dalam kehidupan bertetangga, ia mengingatkan agar seseorang tidak hanya memperhatikan ibadah pribadi, tetapi juga menjaga ucapan dan perilakunya terhadap orang di sekitar. Sikap mudah menyakiti, mencaci, atau menimbulkan konflik dapat merusak hubungan sosial meskipun seseorang memiliki aktivitas ibadah yang tinggi.
Karena itu, Abdul Haris mengajak masyarakat untuk menjaga keseimbangan antara hablum minallah dan hablum minannas. Menurutnya, keberhasilan menjalankan keduanya secara konsisten menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan yang harmonis sekaligus memperoleh kebaikan di dunia dan akhirat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....