Aksi Kemanusiaan Tuntut Penanganan Komprehensif Bagi Korban Bencana

  • 22 Agt 2026 18:58 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Peringatan World Humanitarian Day atau Hari Kemanusiaan Sedunia menjadi momentum penting untuk memahami esensi dari aksi kemanusiaan yang tidak sekadar berfokus pada penyaluran bantuan logistik semata. Hal tersebut mengemuka dalam dialog program Ngumpul Jaga Malam PRO 2 RRI Jember bersama narasumber perwakilan Standing Committee for Human Rights and Peace (SCORP) Center for Indonesian Medical Student Activities (CIMSA) Universitas Jember (UNEJ), Nayla Zuyyina Assyifaa, Jumat (21/8/2026).

Nayla menjelaskan, aksi kemanusiaan (humanitarian action) mencakup upaya menyeluruh dalam membantu masyarakat terdampak krisis agar hak-hak dasar, keamanan, martabat, hingga kesehatan mereka tetap terpenuhi. Dalam situasi darurat bencana, terdapat tiga aspek utama yang perlu dianalisis, yakni gangguan (disruption), dampak atau kehilangan (impact), serta bentuk respons yang paling tepat di lapangan.

"Jadi ketika terjadi bencana, kita tuh nggak hanya bertanya apa yang terjadi, tapi juga apa dampaknya bagi masyarakat dan kira-kira respons seperti apa yang paling dibutuhkan," ujar Nayla.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa standar minimum dalam aksi kemanusiaan berpedoman pada pemenuhan air bersih, sanitasi, dan kebersihan atau yang dikenal dengan istilah WASH (Water, Sanitation, and Hygiene). Pasca-bencana, ketersediaan air bersih dan sanitasi layak menjadi prioritas utama guna mencegah timbulnya risiko penularan penyakit di tempat pengungsian.

Selain kebutuhan fisik dan kesehatan lingkungan, aspek dukungan psikologis atau kesehatan mental bagi penyintas bencana juga dinilai sangat krusial namun kerap terlewatkan. Tekanan psikis ekstrem akibat kehilangan tempat tinggal maupun orang terdekat memerlukan pendekatan komunikasi serta dukungan psikososial yang baik.

Menanggapi berbagai musibah bencana alam di tanah air, termasuk gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, pada 15 Agustus 2026 lalu, CIMSA UNEJ mengajak keterlibatan aktif kaum muda untuk turut mengambil peran. Melalui program penggalangan dana bertajuk "Galaxy Tab" (Galakan Aksip Tanggap Bencana) serta kampanye CIMSA Peduli NTT, masyarakat dan generasi muda diimbau agar tidak hanya berhenti pada rasa prihatin, melainkan dapat menyebarkan informasi valid di media sosial serta menyalurkan donasi resmi melalui laman kitabisa.com/cimsapedulintt yang dibuka hingga 25 Agustus 2026 pukul 23.59 WIB

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....