Pengelolaan Sampah Organik dari Rumah Tangga Ala JUVC

  • 16 Agt 2026 16:54 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember – Persoalan sampah rumah tangga menjadi perhatian masyarakat Jember seiring dengan kebutuhan untuk mengurangi sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir. Salah satu upaya yang mulai dikembangkan adalah pengolahan sampah organik sejak dari sumbernya, terutama dari lingkungan rumah tangga.

Founder Jelo Urban Verdant Collective (JUVC), Istono Asrijanto atau yang dikenal dengan sapaan Cak Mas/Cak Genjur, menjelaskan bahwa gagasan pembentukan komunitas tersebut salah satunya dipicu oleh persoalan sampah dan adanya Surat Edaran Bupati mengenai penghentian praktik open dumping di TPA Pakusari. JUVC sendiri merupakan komunitas yang bergerak di wilayah Jember Lor dalam pengelolaan sampah organik.

Menurut Istono, kondisi tersebut mendorong sejumlah warga untuk mulai memikirkan pola pengelolaan sampah yang lebih baik, terutama karena wilayah Jember Lor memiliki sejumlah sungai seperti Kali Rembangan, Kali Jombo, Kali Bhinggul, dan Kali Bedadung.

"Ketika sampah ini tidak dijadikan perhatian, orang itu pasti akan lebih gampang untuk meninggalkan sampah itu tanpa permasalahan. Karena kita di sungai, ya sudah dimasukkan ke sungai dan segala macam," ujar Istono dalam program OBRAS Pro 1 Jember, Kamis 9 Juli 2026.

Ia mengatakan, JUVC kemudian memilih untuk memberikan perhatian lebih pada sampah organik. Sementara sampah nonorganik dinilai sudah mulai memiliki jalur pengelolaan melalui keberadaan bank sampah di wilayah Jember Lor.

Menurutnya, pengolahan sampah organik menjadi penting karena sebagian besar sumbernya berasal dari aktivitas dapur rumah tangga. Karena itu, pendekatan yang dilakukan JUVC diarahkan pada upaya mengolah sampah dari sumbernya, bukan sekadar memindahkan sampah dari satu tempat ke tempat lain.

JUVC dibangun oleh sejumlah warga dengan latar belakang yang berbeda. Selain Istono yang memiliki pengalaman di bidang kebencanaan, terdapat Bagus Hadi Cahyono yang memiliki pengalaman di bidang pertanian dan pupuk organik, Ervin Novian yang berkecimpung dalam UMKM, serta Esti Ramona yang aktif dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui PKK.

Bagus Hadi Cahyono mengatakan, pengalaman sebelumnya dalam memproduksi pupuk organik cair bersama anggota Karang Taruna menjadi salah satu bekal ketika mulai terlibat dalam pengolahan sampah organik.

Ia kemudian mencoba metode pengolahan yang dikembangkan JUVC dengan memanfaatkan sampah dapur, arang sekam, serta Mikroorganisme Lokal (MOL). Hasil percobaan tersebut, menurutnya, menunjukkan bahwa sampah organik dapat diolah tanpa menimbulkan bau seperti yang dikhawatirkan masyarakat.

Sementara itu, Ervin Novian yang memiliki latar belakang di bidang UMKM menilai persoalan sampah juga cukup dekat dengan aktivitas produksi. Menurutnya, kegiatan UMKM dapat menghasilkan sampah organik dalam jumlah cukup besar setiap hari sehingga membutuhkan sistem pengelolaan yang tepat. Ia kemudian mencoba sendiri metode pengolahan yang diperkenalkan JUVC dan melihat hasilnya sebagai salah satu alasan untuk ikut terlibat dalam kegiatan komunitas.

Anggota JUVC lainnya, Esti Ramona, mengatakan keterlibatannya berawal dari kegiatan pembinaan warga yang dilakukan bersama Tim Penggerak PKK Kelurahan Jember Lor. Dalam kegiatan tersebut, persoalan sampah menjadi salah satu isu yang banyak dirasakan masyarakat. Kondisi tersebut kemudian mendorongnya untuk mengajak warga mengenal pola baru dalam pengelolaan sampah.

Menurut Esti, edukasi dilakukan secara langsung dengan mendatangi lingkungan dan RW di Jember Lor. Warga diperkenalkan kembali pada pentingnya memilah sampah menjadi tiga kelompok, yakni organik, anorganik, dan residu.

"Jadi yang pertama itu memang saya tekankan. Saya sebisa mungkin memberi pemahaman kepada mereka untuk memilah sampah," kata Esti dalam program OBRAS Pro 1 Jember.

Ia menyebut kegiatan tersebut dilakukan secara sukarela dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat. Pendekatan langsung dinilai penting agar masyarakat tidak hanya mendapatkan informasi, tetapi juga memahami praktik pengelolaan sampah yang dapat diterapkan di lingkungan masing-masing.

Istono menjelaskan, karakteristik Jember Lor sebagai kawasan perkotaan dengan permukiman yang cukup padat menjadi salah satu alasan JUVC memilih fokus pada pengolahan sampah organik.

Menurutnya, persoalan sampah di kawasan perkotaan berbeda dengan di wilayah pedesaan. Sampah rumah tangga di kota memiliki komposisi yang beragam, termasuk serat, protein, minyak, hingga berbagai sisa makanan. Jika tidak dikelola dengan baik, sampah tersebut berpotensi menimbulkan pencemaran. Karena itu, diperlukan metode pengolahan yang sederhana dan dapat diterapkan langsung oleh masyarakat.

JUVC kemudian mengenalkan penggunaan komposter dua tumpuk berkapasitas 20 liter sebagai salah satu sarana pengolahan sampah organik rumah tangga. Konsep tersebut diarahkan agar masyarakat dapat mengolah sampah organik dari dapur tanpa membutuhkan lahan yang luas.

Istono menekankan bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari perubahan pola pikir masyarakat. Setelah pemilahan dan pengelolaan dipahami, barulah proses pengolahan dapat dilakukan secara lebih teratur.

Meski awalnya fokus bergerak di wilayah Jember Lor, JUVC membuka peluang bagi masyarakat di luar wilayah tersebut untuk mendapatkan edukasi dan pelatihan pengolahan sampah organik.

Istono mengatakan, sejumlah pihak mulai menanyakan kemungkinan mendapatkan pelatihan serupa. Menurutnya, pelatihan dapat dilakukan di berbagai lingkungan, mulai dari permukiman, perkantoran, hingga sekolah.

Namun, ia menilai edukasi mengenai pola pengelolaan sampah harus menjadi langkah awal sebelum masuk pada tahap pengolahan. Tanpa manajemen pemilahan dan pengelolaan yang baik, proses pengolahan sampah juga berpotensi tidak berjalan optimal.

"Yang penting bagaimana persepsi atau mindset untuk pengelolaan sampah. Baru kemudian itu berlanjut pada pengolahannya," jelas Istono.

Ia menambahkan bahwa konsep yang dikembangkan JUVC mengarah pada pola ekonomi sirkular, sehingga hasil pengolahan sampah dapat kembali dimanfaatkan dan mendukung keberlanjutan sistem.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....