Komunitas Resik Ajak Warga Jember Rayakan Idul Adha Minim Sampah

  • 26 Mei 2026 14:21 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Momen hari raya Idul Adha selalu membawa kebahagiaan bagi umat Muslim dalam berbagi daging kurban. Namun, perayaan ini sering kali menyisakan tantangan lingkungan berupa timbulan sampah plastik yang signifikan dari pembungkus daging hingga limbah organik. Menanggapi hal tersebut, program Jaga Malam di Pro 2 RRI Jember, Senin, 25 Mei 2026, menghadirkan diskusi inspiratif bersama komunitas Resik (Reboisasi, Edukasi, Pengolahan Sampah, Sinergi, Kolaborasi) guna mengupas strategi praktis dalam menjaga kebersihan lingkungan di tengah kemeriahan hari raya.

Founder komunitas Resik, Andi Nugroho, beserta tiga rekannya: Iqbal, Faisal, dan Hendra. Mereka secara mendalam menyoroti realitas di lapangan di mana sampah kerap menjadi isu serius karena minimnya pengelolaan yang tepat. Bagi mereka, permasalahan sampah bukan hanya perkara teknis, melainkan cerminan pola pikir masyarakat yang perlu segera dibenahi agar tidak menjadi beban ekosistem di masa depan.

Menegaskan posisi komunitasnya, Andi menjelaskan bahwa Resik didirikan sebagai wadah aksi nyata, bukan sekadar organisasi yang aktif di dunia maya. "Resik bukan cuma omon-omon, kita sudah melakukan aksi nyata dan berkeliling hampir di seluruh Kabupaten Jember untuk memberikan edukasi langsung dan melakukan bersih-bersih lingkungan," tegas Andi saat memaparkan visi gerakannya.

Sebagai solusi konkret, komunitas Resik mengajak masyarakat untuk mulai meninggalkan kebiasaan penggunaan plastik sekali pakai. Mereka menyarankan penggunaan wadah tradisional yang ramah lingkungan seperti besek bambu, daun jati, atau daun pisang saat pembagian daging kurban. Selain estetik dan berbudaya, bahan-bahan alami ini memiliki sirkulasi udara yang baik untuk menjaga kualitas daging tetap higienis.

Tidak hanya soal daging, mereka juga menyoroti kebiasaan jamaah saat salat Id di lapangan. Sering kali, alas salat berupa koran bekas ditinggalkan begitu saja di area lapangan setelah salat usai. Komunitas Resik dengan tegas mengimbau masyarakat agar membawa pulang kembali alas salat tersebut atau lebih baik lagi, membawa sajadah pribadi dari rumah.

Dalam kesempatan tersebut, Faisal, salah satu anggota komunitas, mengingatkan bahwa menjaga kebersihan merupakan tanggung jawab spiritual yang melekat pada setiap individu. "Kebersihan adalah sebagian dari iman. Jadi, bagi teman-teman yang beriman, tentunya harus bisa menjaga lingkungan dimulai dari diri sendiri dan kebiasaan terkecil di rumah masing-masing," pungkas Faisal.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....