Libur Sekolah Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi Jember
- 30 Jun 2026 19:00 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Momentum libur sekolah tahun 2026 dimanfaatkan sebagai penggerak sektor pariwisata dan ekonomi daerah di Kabupaten Jember. Lonjakan kunjungan wisatawan mulai terlihat di sejumlah destinasi unggulan, disertai peningkatan okupansi hotel dan geliat usaha pendukung wisata selama musim liburan. Hal tersebut mengemuka dalam program Jember Menyapa Pro 1 RRI Jember, Senin 29 Juni 2026.
Dialog mengangkat tema “Libur Sekolah Momentum Peningkatan Pariwisata dan Ekonomi Daerah” yang menghadirkan Koordinator Wisata UPTD Rembangan Jember, Budi, serta Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jember, Tegoeh Soeprajitno.
Koordinator Wisata UPTD Rembangan Jember, Budi, mengatakan selama sembilan hari pertama masa libur sekolah, mulai 20 hingga 28 Juni 2026, kawasan wisata Rembangan mencatat sebanyak 1.879 kunjungan wisatawan. Angka tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk berwisata selama masa liburan.
Menurutnya, kunjungan wisatawan pada hari kerja berkisar antara 86 hingga 200 orang per hari. Sementara saat akhir pekan, jumlah pengunjung meningkat signifikan hingga mencapai sekitar 438 orang per hari.
“Mayoritas pengunjung berasal dari keluarga lokal Jember dan wisatawan dari daerah sekitar seperti Bondowoso dan Lumajang,” ujarnya.
Selain kolam pemandian yang menjadi daya tarik utama, fasilitas camping ground di kawasan Rembangan juga semakin diminati. Setiap akhir pekan, area perkemahan tersebut mampu menampung sekitar 60 hingga 70 tenda yang hampir selalu terisi penuh oleh wisatawan.
Peningkatan kunjungan turut berdampak pada sektor akomodasi. Tingkat keterisian villa dan hotel di kawasan Rembangan dilaporkan mencapai sekitar 60 persen pada akhir pekan selama musim liburan.
Sementara itu, Ketua PHRI Jember, Tegoeh Soeprajitno, mengungkapkan bahwa tingkat hunian hotel di kawasan perkotaan Jember mengalami kenaikan rata-rata sekitar 10 persen sejak awal libur sekolah.
Ia menilai peningkatan tersebut menjadi sinyal positif bagi industri perhotelan yang terus berupaya memperkuat daya tarik wisata Jember. Meski selama ini Jember lebih dikenal sebagai daerah transit menuju destinasi lain seperti Bali maupun Kota Batu, sejumlah inovasi mulai dilakukan untuk meningkatkan lama tinggal wisatawan.
Salah satu kebijakan yang mendapat apresiasi dari pelaku industri pariwisata adalah penerapan sistem tiket terintegrasi untuk destinasi Pantai Papuma dan Watu Ulo. Kebijakan tersebut dinilai memudahkan agen perjalanan maupun rombongan wisata dalam mengatur kunjungan ke dua objek wisata unggulan sekaligus.
“Integrasi tiket ini menjadi langkah positif karena memberikan kemudahan bagi wisatawan sekaligus meningkatkan daya saing destinasi wisata Jember,” kata Tegoeh.
Selain itu, hotel-hotel di Jember juga mulai memperbanyak fasilitas ramah keluarga, seperti kids corner, area bermain anak, hingga konsep edukasi satwa atau mini zoo guna menarik minat wisatawan keluarga selama musim liburan.
PHRI Jember juga menggulirkan berbagai program promosi, termasuk paket diskon bagi tamu yang memiliki tiket pesawat dari Jakarta, Surabaya, maupun Bali. Strategi bundling wisata dan akomodasi juga tengah disiapkan untuk menyambut penyelenggaraan event internasional tahunan Jember Fashion Carnaval (JFC).
Meski demikian, Tegoeh mengingatkan masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama. Salah satunya adalah peningkatan kualitas infrastruktur jalan, terutama pada jalur penghubung Jember menuju Tanggul yang kerap mengalami kepadatan lalu lintas.
Menurutnya, aksesibilitas yang baik menjadi faktor penting dalam mendukung kenyamanan wisatawan dan memperkuat daya saing destinasi wisata daerah.
Di sisi lain, pelaku usaha perhotelan dan restoran juga berkomitmen mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Menyikapi kebijakan pembatasan sampah di TPA Pakusari, anggota PHRI mulai menerapkan pemilahan sampah organik dan anorganik dari sumbernya serta memperluas kerja sama dengan bank sampah di berbagai wilayah.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, pengelola destinasi wisata, dan pelaku industri perhotelan, momentum libur sekolah diharapkan mampu menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat posisi Jember sebagai destinasi wisata yang semakin kompetitif di Jawa Timur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....