Tanoker Siapkan Festival Egrang ke-14 Gerakkan Ekonomi Warga

  • 11 Jun 2026 09:24 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Komunitas Tanoker Ledokombo terus mematangkan persiapan menjelang pelaksanaan Festival Egrang ke-14 yang akan digelar tahun ini yang akan di proyeksikan pada 1 Agustus 2026. Festival yang telah menjadi agenda budaya tahunan telah dilakukan launching pada bulan lalu, Festival ini tidak hanya berfungsi sebagai ruang pelestarian permainan tradisional, tetapi juga diharapkan mampu mendorong pergerakan ekonomi masyarakat di wilayah Kecamatan Ledokombo.

Hal tersebut mengemuka dalam dialog Jember Menyapa di Pro 1 RRI Jember yang menghadirkan Pembina Tanoker Ledokombo, Suporahardjo, dan Ketua Panitia Festival Egrang ke-14, Nurhadi. Senin 8 Juni 2026.

Suporahardjo mengatakan, perjalanan Festival Egrang hingga memasuki penyelenggaraan ke-14 menjadi bukti konsistensi masyarakat Ledokombo dalam menjaga ruang tumbuh yang aman bagi anak dan keluarga. Menurutnya, permainan egrang tidak hanya mengandung unsur hiburan,

tetapi juga menyimpan nilai-nilai kehidupan yang relevan dengan tantangan zaman.

"Egrang mengajarkan konsentrasi, keseimbangan, dan keberanian untuk melangkah lebih tinggi. Nilai-nilai itu penting untuk membentuk generasi yang tangguh dan mampu beradaptasi dengan perubahan," ujarnya.

Ia menambahkan, keberadaan Tanoker selama ini turut mengubah citra Ledokombo menjadi kawasan yang dikenal sebagai desa wisata ramah anak dan laboratorium sosial yang mendapat perhatian hingga tingkat nasional maupun internasional.

Sementara itu, Ketua Panitia Festival Egrang ke-14, Nurhadi, menjelaskan bahwa penyelenggaraan tahun ini akan menghadirkan sejumlah inovasi. Salah satunya adalah penggabungan seni pertunjukan egrang dengan pesan-pesan pelestarian lingkungan.

Menurut Nurhadi, festival juga ditargetkan melibatkan lebih banyak peserta dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Panitia menargetkan lebih dari seribu peserta dari berbagai daerah turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

"Kami ingin memperluas dampak sosial dan ekonomi festival. Karena itu, keterlibatan komunitas, sekolah, hingga jejaring budaya dari luar daerah terus kami dorong," katanya.

Festival Egrang ke-14 nantinya akan menghadirkan Karnaval Egrang Tematik yang diikuti peserta dari berbagai desa, lembaga pendidikan, dan komunitas budaya. Para peserta akan menampilkan kostum kreatif, termasuk yang memanfaatkan bahan daur ulang.

Selain itu, panitia juga menyiapkan Pasar Lumpur Tanoker yang menjadi ruang promosi bagi pelaku UMKM lokal. Berbagai produk kuliner tradisional, kerajinan tangan, hingga kopi khas lereng Gunung Raung akan ditawarkan kepada pengunjung.

Nurhadi berharap festival tersebut mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Jember. Menurutnya, Festival Egrang telah terbukti menjadi instrumen efektif dalam memperkuat sektor pariwisata sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.

"Festival Egrang bukan hanya milik Tanoker, tetapi milik seluruh masyarakat Jember. Ini adalah ruang bersama untuk menunjukkan bahwa gerakan berbasis swadaya masyarakat mampu menggerakkan pariwisata dan ekonomi daerah," ujarnya.

Melalui penyelenggaraan Festival Egrang ke-14, Tanoker berharap nilai-nilai budaya lokal tetap terjaga sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui penguatan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata berbasis komunitas.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....