Pelajar Jember Bagikan Tips Kelola Tekanan dan Burnout secara Sehat

  • 11 Jun 2026 17:05 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Siswa SMAN 2 Jember mengajak generasi Z untuk lebih peduli terhadap kesehatan mental dan mampu mengelola tekanan akademik, hubungan sosial, serta kebiasaan sehari-hari agar terhindar dari burnout dalam program SKENA (Siaran Edukasi Anak Muda) di Sore Ceria Pro 2 RRI Jember, pada Rabu, 10 Juni 2026.

Dalam siaran bertajuk "Your Mind Matters: How to Handle Pressure, Relationships and Habits Without Burning Out", Aura Yasmin, Vito, Fadli, dan Jihan membahas berbagai tantangan yang kerap dihadapi remaja, mulai dari tekanan akademik hingga kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain.

Jihan menjelaskan bahwa burnout merupakan kondisi kelelahan fisik, emosional, dan mental yang muncul akibat stres berkepanjangan. Menurutnya, kondisi tersebut dapat membuat seseorang kehilangan motivasi bahkan terhadap hal-hal yang sebelumnya disukai.

Sementara itu, Yasmin membagikan pengalaman pribadinya saat harus mengikuti tryout Biologi sesaat setelah menyelesaikan ujian sekolah. Situasi tersebut membuatnya merasa lelah secara mental dan mulai mempertanyakan kemampuannya ketika melihat teman-temannya mampu menyelesaikan soal dengan lebih baik.

Selain tekanan akademik, mereka juga menyoroti fenomena relationship pressure atau tekanan yang muncul akibat ekspektasi lingkungan, baik dari keluarga, teman, maupun diri sendiri. Mereka menilai penting bagi remaja untuk menjaga hubungan yang sehat dengan dirinya sendiri sebagai bentuk self-love dan penerimaan diri.

Fadli dan Vito juga membahas kebiasaan membandingkan pencapaian diri dengan orang lain yang sering terjadi di kalangan pelajar. Menurut mereka, hampir semua remaja pernah merasa tertinggal dari standar yang dimiliki orang lain, padahal setiap individu memiliki proses dan waktunya masing-masing.

Untuk mengatasi tekanan tersebut, mereka menyarankan agar generasi muda mengurangi kebiasaan membandingkan diri melalui media sosial, fokus pada perkembangan diri sendiri, serta menghargai setiap kemajuan kecil yang telah dicapai.

Mereka juga mendorong remaja untuk menjalani proses secara bertahap, berani mengambil jeda saat merasa lelah, serta menyusun daftar tugas harian agar aktivitas lebih terarah dan tidak menimbulkan tekanan berlebih.

Pada akhir diskusi, Jihan menyampaikan pesan yang menjadi sorotan dalam perbincangan tersebut.

"Success means very little if we lose ourselves in the process," ujar Jihan.

Menurutnya, kesuksesan tidak akan memiliki banyak arti apabila seseorang harus kehilangan jati diri, kesehatan mental, maupun kebahagiaannya selama proses meraih tujuan tersebut. Ia menegaskan bahwa pencapaian yang baik seharusnya berjalan seiring dengan kemampuan menjaga keseimbangan diri.

Mereka sepakat bahwa keberanian untuk mencoba, menghargai proses, serta mencintai diri sendiri merupakan langkah penting bagi generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan tanpa mengorbankan kesehatan mental.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....