Antrean Truk Mengular, ASDP Ketapang Terapkan Sistem TBB

  • 29 Mar 2026 10:49 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Banyuwangi – PT ASDP Indonesia Ferry, mulai menerapkan sistem riba bongkar berangkat (TBB) di lintasan Ketapang-Gilimanuk, Minggu, 29 Maret 2026. Hal ini seiring Lonjakan kendaraan logistik memicu antrean panjang hingga sekitar 4 kilometer dari area pelabuhan.

Kepadatan didominasi kendaraan logistik yang terus berdatangan sejak Sabtu, 28 Maret 2026. Meski sistem buffer zone telah diterapkan di sejumlah titik, tingginya volume kendaraan membuat antrean belum sepenuhnya terurai.

General Manager ASDP Ketapang, Arief Eko Kurnianjah, mengatakan pihaknya telah menyiapkan beberapa lokasi penampungan sementara untuk mengendalikan arus kendaraan sebelum masuk pelabuhan. Sebagai langkah percepatan, ASDP memberlakukan sistem tiba bongkar berangkat (TBB) di enam dermaga. Sistem ini memungkinkan kapal langsung berangkat kembali setelah proses bongkar muat selesai, tanpa menunggu waktu sandar lebih lama.

“Buffer zone kami tempatkan di Dermaga Bulusan, Terminal Sritanjung, Gudang Pusri, hingga Pelabuhan Tanjungwangi. Namun karena volume kendaraan sangat tinggi, antrean masih terjadi,” ujar Arief, Minggu 29 Maret 2026.

Enam dermaga yang menerapkan sistem tersebut meliputi tiga dermaga LCM, Dermaga MB IV, serta dua dermaga di kawasan Bulusan. Selain itu, kapal Portlink VII juga disiagakan untuk mendukung pengangkutan kendaraan logistik.

“Portlink VII kami siagakan di Bulusan. Kapal besar kami prioritaskan untuk mengangkut truk logistik agar antrean cepat terurai,” ucap Arief.

Di sisi lain, pelayanan untuk kendaraan penumpang dan roda dua di dalam pelabuhan terpantau relatif lancar. Dermaga ponton dengan KMP Prathita difokuskan untuk mengangkut sepeda motor, sementara kendaraan pribadi dilayani melalui dermaga MB.

“Untuk di dalam pelabuhan cenderung lancar. Kendaraan pribadi tetap terlayani, sedangkan truk kami fokuskan dengan sistem TBB,” kata Arief.

ASDP berharap dengan optimalisasi dermaga dan armada tersebut, antrean kendaraan logistik dapat segera berkurang dan arus penyeberangan kembali normal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....