Hari Kemerdekaan Malaysia, Begini Perjalanan Panjang Mendapatkannya

  • 31 Agt 2024 17:17 WIB
  •  Singaraja

KBRN, Singaraja: Malaysia memperingati Hari Kemerdekaan setiap tahun pada tanggal 31 Agustus. Berdasarkan situs Malaysia Gov, sebelum kemerdekaannya, Malaysia pernah menjadi jajahan beberapa negara yakni Portugis, Belanda, dan Inggris.

Tetapi, Inggris merupakan negara yang paling lama menjajah negara tersebut. Pada masa penjajahannya, Inggris mengintegrasikan semua administrasi Malaya, yakni sebutan Malaysia dulu yang sebelumnya dikelola oleh penguasa Melayu dengan bantuan para pembesar negara.

Akibat intervensi Inggris itu, memunculkan ketidakpuasan dikalangan penduduk lokal. Beberapa individu bangkit melawan kolonial tetapi dengan gampang dikalahkan Inggris karena usaha mereka mengarah pada individualitas.

Memasuki tahun 1920-an dan 1930-an, banyak penduduk yang mulai mendapatkan pendidikan, yakni pendidikan dari Timur Tengah maupun pendidikan lokal. Dengan pendidikan yang diterimanya, kelompok terpelajar itu lalu muncul untuk berjuang atas nama nasionalisme.

Mereka menggunakan media seperti koran serta majalah untuk menyebarkan ideologinya. Ada pula yang membentuk perkumpulan sebagai bentuk pemberontakan, seperti Kesatuan Melayu Muda (KMM) dan Kesatuan Melayu Singapura (KMS).

Komunitas itu dibentuk dengan tujuan mengusir penjajah dan membentuk pemerintahan sendiri. Tetapi, saat rakyat negeri ini bersemangat untuk mengakhiri penjajahan, mereka melihat pendaratan Jepang pada akhir tahun 1941 yang membawa Malaya ke era penjajahan.

Jepang menduduki Malaya hingga tahun 1945 sebelum menyerah akibat pengeboman Hiroshima dan Nagasaki. Pengunduran diri Jepang ini telah memberikan ruang bagi Partai Komunis Malaya (PKM) untuk menguasai Malaya.

PKM melancarkan serangan ke Malaya melalui kekerasan. Mereka telah membunuh tiga manajer perkebunan karet Eropa di Sungai Siput, Perak.

Sehingga pada bulan Juni 1948, Sir Edward Gent mengumumkan keadaan darurat di Malaya. Walaupun seperti itu, PKM tetap tidak bisa berhasil menguasai Malaya, karena Malaya kembali dikuasai oleh Inggris.

Perjuangan rakyat Malaysia pun dilanjutkan dengan dipimpin oleh Tunku Abdul Rahman. Sebagai pemimpin, Tunku membuka mata Inggris untuk mengizinkan orang Melayu memerintah negara mereka sendiri.

Akhirnya kesepakatan dicapai pada tanggal 8 Februari 1956, agar Malaysia memperoleh kemerdekaan dari Kerajaan Inggris. Meski demikian, proklamasi kemerdekaan Malaysia dilakukan pada tangga 31 Agustus 1957.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....