Paskah Identik dengan Telur, Begini Alasannya!

  • 31 Mar 2024 10:44 WIB
  •  Singaraja

KBRN, Singaraja: Dalam perayaan Paskah setiap tahun, ada salah satu tradisi yang menjadi ciri khasnya, yakni menghias telur. Biasanya, tradisi dilakukan oleh anak-anak untuk memeriahkan perayaan Paskah.

Telur-telur yang sudah direbus tersebut, dihias dengan cat beraneka warna atau diberi hiasan sesuai kreativitas anak-anak. Lalu, mengapa telur identik dengan perayaan Paskah? Berikut informasi selengkapnya.

Dilansir dari laman History, dekorasi telur diyakini berasal dari abad ke-13. Ada yang menyebutkan bahwa dulunya telur merupakan makanan yang dilarang selama masa Prapaskah, sehingga orang akan melukis dan menghiasnya untuk menandai berakhirnya masa penebusan dosa dan puasa, kemudian memakannya pada hari Paskah sebagai perayaan.

Telur dianggap sebagai simbol kuno kehidupan baru dan dikaitkan dengan festival pangan yang merayakan musim semi. Dari sudut pandang Kristen, telur Paskah disebut mewakili kebangkitan dan kebangkitan Yesus dari kubur.

Carole Levin, Profesor Sejarah dan Direktur Program Studi Abad Pertengahan dan Renaissance di Universitas Nebraska mengatakan, banyak pakar meyakini bahwa telur Paskah berasal dari festival Anglo-Saxon yaitu perayaan Dewi Eastre yang diperingati setiap musim semi. Festival tersebut dianggap sebagai kebangkitan alam setelah musim dingin.

Menurut Henry Kelly, Profesor Studi Abad Pertengahan di University of California, Los Angeles, telur yang dihasilkan ayam-ayam mereka selama kurun waktu tersebut akan direbus agar tahan lama. Telur kemudian akan dibagi-bagikan dan seringkali diberikan pada orang miskin atau tidak mampu membeli daging untuk merayakan Paskah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....