Kisah Dibalik Tradisi Festival Perahu Naga Internasional
- 31 Mei 2025 21:49 WIB
- Singaraja
KBRN, Singaraja: Setiap hari kelima bulan kelima kalender Lunar Tiongkok dirayakan sebagai Festival Perahu Naga Internasional. Maka tahun ini bertepatan pada tanggal 31 Mei 2025.
Melansir situs National Today, Festival Perahu Naga adalah perayaan tradisional yang sangat populer. Utamanya di wilayah Tiongkok Selatan.
Festival ini diperingati secara internasional karena dapat menarik minat masyarakat lokal serta wisatawan dari berbagai negara. Bagi sebagian orang, Festival ini identik dengan perlombaan perahu berbentuk naga serta sajian khas bernama zongzi.
Zongzi adalah bola nasi ketan yang dibungkus daun dan berisi berbagai isian. Tetapi, di balik tradisi ini sesungguhnya tersimpan kisah sejarah tentang pencarian jasad seseorang.
Festival ini berakar dari kisah Qu Yuan, seorang penyair keturunan bangsawan yang hidup lebih dari 2.000 tahun lalu pada masa negara-negara berperang. Qu Yuan terkenal sebagai sosok patriotik sekaligus pejabat tinggi, khususnya sebagai penasihat di Kerajaan Chu.
Kala itu, Yuan mengusulkan untuk membentuk aliansi strategis dengan negara Qi demi melawan negara Qin yang merupakan negara terkuat di antara tujuh negara bagian. Tetapi saat usulannya belum sempat direalisasikan, Qu Yuan malah tiba-tiba mendapat tuduhan dari pejabat yang iri kepadanya.
Dia dituduh berkhianat terhadap kerajaan dan akhirnya diasingkan oleh rajanya. Selama pengasingan, Yuan menulis puisi-puisi indah tentang negaranya seperti syair-syair yang memuji Tiongkok serta keindahannya.
Namun, ketika mendengar kabar bahwa Qin telah berhasil menaklukkan ibu kota Chu, Qu Yuan merasa putus asa dan memilih mengakhiri hidupnya dengan menceburkan diri ke Sungai Miluo pada hari kelima bulan kelima lunar. Warga Chu yang merasa berduka lantas berlayar menyusuri sungai untuk mencari jasad Qu Yuan.
Mereka pun menabuh genderang serta memukul permukaan air dengan dayung untuk menakuti roh jahat, tetapi tetap saja jasadnya tidak ditemukan. Konon, masyarakat melempar bola-bola nasi ke sungai agar ikan-ikan mendapat makanan dan menjaga tubuh Yuan tetap utuh.
Hal itulah yang selanjutnya menjadi asal-usul dari tradisi balap perahu naga serta makan zongzi. Tentunya dalam Festival Perahu Naga yang dikenal sekarang ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....