Pesona Danau Diateh dan Danau Dibawah

  • 27 Jul 2022 18:50 WIB
  •  Padang

KBRN, Padang : Sumatera Barat merupakan provinsi yang kaya akan danau. Salah satunya adalah Danau Diateh (Danau Diatas) Dan Danau Dibawah. Danau ini terletak di Kabupaten Solok yaitu di Alahan Panjang. Danau Diateh terletak di pinggir jalan Padang-Muara Labuh sedangkan yang satu lagi Danau Dibawah terletak di nagari Bukit Sileh Kecamatan Lembang jaya.

Sekilas penamaan tempat wisata ini terkesan unik, Danau diateh (di atas) dan Danau dibawah (di bawah). Bagi pengunjung yang baru pertama mengunjungi destinasi wisata ini pasti merasa penamaan danau ini salah. Namun faktanya tidak demikian. dari Danau Diateh pengunjung memang harus melewati jalan menanjak untuk mencapai danau Dibawah. Terkesan bahwa nama posisi danau diateh ada dibawah dan danau dibawah ada di atas. Namun jika diperhatikan lebih detail, ternyata penamaan danau ini berasal dari ketinggian danau di atas permukaan laut.

Danau Diateh berada pada ketinggian 1.531 m dpl (diatas permukaan laut), yang berarti memang lebih tinggi atau dari Danau Dibawah yang ketinggiannya 1.462 mdpl. Kawasan wisata ini memang sedangkan dikembangkan sebagai salah satu wisata unggulan di Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat.

Danau Diateh Dan Danau Dibawah atau yang biasa disebut juga dengan Danau kembar ini berada di kawasan Bukit Barisan dengan iklim yang sangat basah dengan curah hujan yang tinggi yaitu 2500-3000 mm/tahun. Udara wilayah ini sangat sejuk bahkan cenderung dingin yaitu sekitar 14-16 0 C. Tanah di wilayah ini juga sangat subur dikelilingi oleh lahan pertanian hortikultura sayuran dan buah-buahan. Daerah ini merupakan salah satu sentra sayur-sayuran Sumatera Barat. Jangan heran di sekitar pekarangn penduduk terlihat hamparan perkebunan. Beberapa komoditas yang menjadi handalan adalah bawang, kentang, cabe, dan kol.

Disepanjang jalan sekitar Danau Kembar ini juga banyak ditemukan pedangan buah-buahan yang khas daerah ini yaitu markisa. Sayang sekali markisa yang ada di sini belum diolah menjadi sirup atau makanan lain. Buah markisanya dijual dalam bentuk paket yang sudah digantung tali atau dalam bahasa Minang disebut Jarek. Markisa ini tentu juga bisa dijadikan oleh-oleh khas daerah ini.

Penduduk disekitar Danau Kembar juga memiliki keunikan dalam hal pakaian. Masyarakat di sini sangat identik dengan kain sarung. Untuk melawan udara yang sangat dingin masyarakat disini menggunakan sarung, namun sarung tak hanya digunakan di dalam rumah namun juga sudah menjadi kebiasan digunakan di luar rumah.

Cara pemakainnya juga unik dengan melilitkannya di daerah leher atau dalam bahasa Minang disebut bakaluntuang kain saruang. Jangan heran, Orang-orang yang bakaluntuang kain saruang akan banyak ditemukan di wilayah ini.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....