Komisi VII DPR Sarankan Pemprov Sumbar Sediakan Resep Makanan Haji
- 06 Des 2024 21:12 WIB
- Padang
KBRN, Padang: Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay menyarankan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) berupaya ikut dalam penyediaan resep makanan bagi jemaah haji asal Indonesia. Sebab pada pemberangkatan haji tahun lalu, penyediaan resep makanan untuk jemaah haji belum terpenuhi. Padahal DPR sudah meminta agar makanan yang disajikan bagi jemaah merupakan makanan bercitarasa nusantara.
"Jemaah kita mencapai 241 ribu orang. Mereka 40 hari di tanah suci. Butuh banyak resep makanan nusantara agar cocok dengan lidah jemaah. Penyediaan resep itu mahal sekali biayanya bisa sampai miliaran," tuturnya saat melakukan kunjungan ke Kota Padang, Provinsi Sumbar, Jumat (6/12/2024).
Menurut Saleh, Sumbar yang dikenal sebagai daerah makanan punya peluang untuk ikut menyediakan resep. "Orang ambil randang dan goreng-gorengan dari sini. Ini potensi," ujarnya.
Saleh menyarankan Gubernur Sumbar terpilih harus segera melakukan pendekatan dengan Kementerian Agama untuk penyediaan resep dimaksud. Penyediaan resep juga harus melibatkan perusahaan kuliner di Sumbar.
"Pendekatan itu jangan saat jelang musim haji. Harus dilakukan jauh-jauh hari. Libatkan perusahaan di daerah. Jangan satu perusahaan, tapi bisa dari sejumlah kabupaten/kota," ucap Saleh.
Dalam kunjungan di Sumbar, Saleh bersama rombongan juga menyerap aspirasi dari pelaku usaha ekonomi kreatif, salah satunya kegiatan usaha batik tanah liek. Ia juga meminta pelaku usaha meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar global melalui penjualan yang memanfaatkan platform digital.
"Jangan hanya mengandalkan produk warisan, harus ada kreasi. Misalnya songket, juga harus didesain agar bisa dipakai sehari-hari. Bukan hanya saat perayaan adat saja," ucapnya.
Saleh juga meminta Balai Pelayanan Jasa Industri (BPJI) di Sumbar untuk mengevaluasi peran fungsi menyesuaikan situasi kondisi terkini. "kompetisi semakin ketat. BPJI jangan sekadar memberikan sertifikasi saja. Kalau perlu berikan pelatihan sehingga masyarakat bisa meningkatkan kualitas produknya," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....