Prestasi Lumajang di PHMS, Sinergi Peternak dan Pemerintah
- 05 Des 2025 08:38 WIB
- Jember
KBRN,Jember: Keseriusan Pemerintah Kabupaten Lumajang dalam memperkuat ketahanan peternakan dan mengendalikan Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS) kembali mendapat pengakuan tinggi. Tidak tanggung-tanggung, Lumajang meraih empat penghargaan penting dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur atas kinerja teknis, administratif, dan edukatif yang dinilai menonjol dibanding kabupaten lainnya.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jatim sekaligus Ketua Satgas Penanganan PMK, Adhy Karyono, kepada Kepala DKPP Lumajang, Retno Wulan Andari, dalam Rapat Evaluasi Akhir Pengendalian PHMS dan Pembangunan Peternakan Jawa Timur 2025 di Surabaya, Selasa (2/12/2025). Hal ini sekaligus menegaskan bahwa Lumajang menjadi salah satu daerah dengan kesiapan respons yang kuat dan terukur dalam menangani penyakit hewan berisiko tinggi.
Retno menegaskan bahwa penghargaan ini bukan sekadar simbol, tetapi bukti bahwa kerja kolaboratif terus menguat antara pemerintah daerah, peternak, tenaga medis, dan seluruh unsur lapangan yang selama ini berperan aktif dalam menekan penyebaran penyakit hewan.
“Seluruh proses ini adalah kerja tim. Bersama peternak, petugas lapangan, dan pemerintah desa, kita menjaga agar sektor peternakan tetap bergerak stabil. Penghargaan ini adalah bukti bahwa langkah-langkah teknis yang kita lakukan tepat dan berdampak,” ujar Retno.
Adapun empat penghargaan yang diraih Lumajang meliputi:
- Peringkat I Kabupaten dengan Kinerja Vaksinasi PMK Terbaik di Jawa Timur.
- Apresiasi Kabupaten dengan Kontribusi PAD Melalui Penggunaan SKKH.
- Juara Harapan I Lomba Video/Film Pendek Edukasi Pengendalian PMK.
- Peringkat VI Kabupaten dengan Kontribusi PAD Terbaik dari Layanan SKKH.
Keberhasilan mengamankan posisi puncak untuk vaksinasi PMK menunjukkan bahwa Lumajang mampu bergerak cepat, tepat sasaran, dan konsisten dalam memberikan perlindungan kesehatan hewan. Program vaksinasi yang intensif menjadi salah satu strategi utama agar tidak terjadi lonjakan kasus yang berpotensi mengganggu ekonomi peternak.
Pada saat yang sama, kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari penggunaan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) membuktikan bahwa tata kelola administrasi kesehatan ternak di Lumajang berjalan efektif dan akuntabel. Pemanfaatan dokumen tersebut mencerminkan tingginya kesadaran peternak untuk memastikan ternak yang diperdagangkan sehat dan terverifikasi.
Penghargaan di bidang edukasi melalui film pendek juga mengindikasikan bahwa Lumajang tidak hanya fokus pada tindakan teknis, tetapi juga serius membangun kesadaran publik. Edukasi visual menjadi cara strategis untuk menyampaikan pesan kesehatan hewan yang mudah dipahami, terutama kepada peternak di tingkat desa.
Dalam penanganan PMK, DKPP Lumajang menjalankan sejumlah langkah konkret seperti vaksinasi massal, pengobatan terstruktur, penyemprotan disinfektan rutin di pasar hewan dan kandang, serta pengawasan lalu lintas ternak. Bahkan kebijakan penutupan sementara pasar hewan dilakukan ketika risiko penularan meningkat, sebagai bentuk keberanian mengambil langkah preventif meski berdampak ekonomi jangka pendek.
“Keberhasilan ini adalah hasil konsistensi kita dalam menjaga kesehatan hewan dan memastikan peternak tidak menanggung kerugian lebih besar. Fokus kita sama, yaitu melindungi ternak, menjaga produktivitas, dan memastikan ekonomi peternak tetap berjalan,” tegas Retno.
Ia menambahkan bahwa ke depan DKPP Lumajang akan memperkuat sistem surveilans penyakit, memperluas cakupan layanan kesehatan ternak, serta melakukan edukasi yang lebih intensif agar peternak memiliki pemahaman yang sama tentang pentingnya biosekuriti.
Dengan capaian ini, Lumajang menegaskan diri sebagai daerah yang mampu membangun ketahanan sektor peternakan secara holistik dengan menggabungkan penanganan teknis, edukasi publik, dan tata kelola administrasi yang sehat. Kolaborasi antara pemerintah dan peternak menjadi mesin utama keberhasilan, sekaligus modal penting untuk menjaga stabilitas pangan lokal di masa mendatang. (MC Kab. Lumajang/Ydc/An-m)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....