Jati Sekolah, Inovasi Jatiroto Hadirkan Harapan Baru bagi Anak ATS

  • 25 Jul 2026 07:28 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID,Lumajang-Pemerintah Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang, terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan akses pendidikan melalui inovasi Jati Sekolah (Jatiroto Ajak Anak Kembali Sekolah). Program ini menjadi langkah nyata untuk menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) sekaligus memastikan setiap anak memperoleh haknya atas pendidikan yang layak.

Inovasi tersebut tidak hanya berfokus pada pendataan anak yang belum bersekolah, putus sekolah, maupun tidak melanjutkan pendidikan, tetapi juga mengedepankan kolaborasi lintas sektor agar penanganannya dapat dilakukan secara menyeluruh, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Camat Jatiroto, Adiarto Hendro Setiawan, menjelaskan bahwa Jati Sekolah saat ini masih berada pada tahap awal pelaksanaan melalui sosialisasi kepada berbagai pemangku kepentingan.

"Inovasi Jati Sekolah ini kita laksanakan dengan bersinergi bersama semua pihak. Saat ini masih dalam tahap sosialisasi karena program ini baru dimulai," ujar Adiarto, Kamis 23 Juli 2026.

Sebagai langkah awal, Pemerintah Kecamatan Jatiroto telah mempertemukan kepala sekolah, pemerintah desa, Baznas Kabupaten Lumajang, MUI Kecamatan Jatiroto, serta berbagai unsur terkait lainnya. Sinergi tersebut diharapkan mampu menghasilkan solusi yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan setiap anak yang belum mengakses pendidikan formal.

Melalui pendataan yang komprehensif, pemerintah akan mengidentifikasi berbagai faktor penyebab seorang anak masuk dalam kategori ATS. Data tersebut menjadi dasar dalam menyusun langkah pendampingan, termasuk melakukan pendekatan kepada keluarga untuk mengetahui kendala yang dihadapi sekaligus membuka akses terhadap layanan pendidikan yang paling sesuai.

Menurut Adiarto, salah satu tantangan yang dihadapi di Kecamatan Jatiroto adalah masih banyak anak yang mengikuti pendidikan nonformal. Kondisi tersebut menyebabkan mereka tetap tercatat sebagai Anak Tidak Sekolah dalam sistem pendataan nasional.

"Anak-anak di Kecamatan Jatiroto memang banyak yang menempuh pendidikan nonformal, sehingga mereka masih tercatat sebagai ATS. Itulah salah satu kendala yang kami hadapi," jelasnya.

Untuk mendukung keberhasilan program, Pemerintah Kecamatan Jatiroto juga menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Jatiroto. Peran tokoh agama dinilai penting dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya pendidikan formal sebagai bekal bagi masa depan anak.

"Kami juga berkoordinasi dengan MUI karena para tokoh agama memiliki peran strategis dalam melakukan pendekatan kepada masyarakat," tambahnya.

Ke depan, seluruh hasil pendataan dan pendampingan akan diintegrasikan melalui aplikasi layanan digital kecamatan. Sistem ini diharapkan mampu memudahkan proses pemantauan sekaligus mempercepat koordinasi antarinstansi dalam penanganan Anak Tidak Sekolah.

Melalui inovasi Jati Sekolah, Pemerintah Kecamatan Jatiroto berharap semakin banyak anak yang dapat kembali mengenyam pendidikan, sehingga tidak ada lagi anak yang kehilangan kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik. Program ini juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Lumajang dalam membangun sumber daya manusia yang unggul melalui pemerataan akses pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.(Ardi)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....