Resahkan Warga, Anak Punk di Kolong Jembatan Tukad Saba Seririt Dievakuasi
- 30 Jan 2024 06:14 WIB
- Singaraja
KBRN, Singaraja : Sebuah kejadian mencolok terjadi di Kelurahan Seririt, dimana sejumlah anak punk atau yang dikenal sebagai gelandangan dan pengemis (gepeng) telah menghuni kolong jembatan Tukad Saba selama dua pekan. Keberadaan mereka yang terlihat tidur di bawah jembatan dengan membawa satu perangkat kasur menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga sekitar.
Menindaklanjuti laporan oleh beberapa warga yang merasa resah dengan keberadaan anak punk tersebut, Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Buleleng, dibantu oleh Seksi Trantib Pol PP Kecamatan Seririt, pada Selasa (30/1/2024) melakukan evakuasi. Enam orang, terdiri dari dua wanita dan empat pria, berhasil dievakuasi dari lokasi tersebut. Mereka mengaku berasal dari Jawa Timur dan telah tinggal di sana selama dua pekan.
Camat Seririt, Ngurah Mastika, membenarkan keberadaan anak punk di kolong jembatan Tukad Saba. Setelah menerima laporan, pihaknya bersama Kasi Trantib melakukan pengecekan di lokasi dan kemudian berkoordinasi dengan Pol PP untuk evakuasi. Keenam anak punk tersebut selanjutnya dibawa ke Dinas Sosial Kabupaten Buleleng untuk proses lebih lanjut.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Buleleng, I Putu Kariaman Putra menjelaskan, keenam anak punk tersebut sedang dalam penanganan pihaknya. Mereka sebelumnya pernah dirazia pada tanggal 30 November 2023 oleh Satpol PP Kabupaten Buleleng dan dipulangkan ke Pelabuhan Gilimanuk.
"Mereka anak jalanan atau anak punk, dan sekarang diberikan pembinaan secara persuasif atau bimbingan sosial. Kami berharap agar tidak kembali melakukan aktivitas mengamen dan berkeliaran di jalanan, karena dapat mengganggu kenyamanan masyarakat," ungkap Kariaman.
Setelah mendapatkan pembinaan, keenam anak punk tersebut akan dipulangkan kembali ke daerah asal melalui Pelabuhan Gilimanuk. Kepada masyarakat, Dinas Sosial berharap agar tidak memberi ruang kepada mereka dengan memberi uang karena dapat memicu tindak kejahatan dan mengganggu keamanan serta kenyamanan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....