Sekolah di Pelosok Mentawai Masih Kesulitan Akses Internet

  • 29 Mei 2024 11:59 WIB
  •  Padang

KBRN, Padang: Terkendalanya akses internet di sekolah di pelosok Kabupaten Kepulauan Mentawai, mengakibatkan pengajar harus menempuh jarak yang cukup jauh untuk mendapatkan sinyal. Hal ini menjadi tantangan tersendiri.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Mentawai, Aban Barnabas Sikaraja kepada RRI Rabu (29/5/2024), menyebutkan jaringan internet sangat penting untuk proses belajar mengajar yang menggunakan Kurikulum Merdeka. Lalu untuk administrasi sekolah seperti pengisian data BOS melalui aplikasi berbasis teknologi. Semua proses tersebut saat ini berbasis digital.

"Kami mengapresiasi tenaga pendidik yang berjuang memenuhi kebutuhan internet di daerah terpencil. Guru-guru di daerah pelosok bahkan mencari tempat yang lebih tinggi untuk mendapatkan sinyal provider demi mengakses jaringan internet," ujarnya.

Aban menyebutkan tantangan ini semakin terasa menjelang pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). Beberapa sekolah terpaksa membawa peserta didik menempuh perjalanan melalui laut dan sungai untuk mencapai sekolah yang memiliki akses internet memadai. Kondisi ini terjadi di daerah-daerah seperti Sinaka Pagai Selatan dan Simatalu Kecamatan Siberut Barat, yang dikenal sulit mendapatkan akses internet.

“Kami sangat menghargai upaya guru-guru di lapangan. Mereka rela berjuang keras demi kelangsungan pendidikan anak-anak kita. Namun, ini adalah masalah yang harus segera diatasi untuk memastikan semua siswa mendapatkan akses pendidikan yang sama,” katanya.

Pemenuhan akses internet di pelosok menjadi prioritas bagi pemerintah setempat, mengingat peran jaringan internet dalam sistem pendidikan saat ini. Upaya ini diharapkan dapat segera direalisasikan untuk mendukung kelancaran proses belajar mengajar dan administrasi sekolah. Meningkatkan mutu pendidikan di seluruh Kabupaten Kepulauan Mentawai.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....