E1: Permukiman, Kekerasan, dan Ancaman Aneksasi Tepi Barat

  • 24 Agt 2026 14:17 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Israel membuka tender 1.234 unit rumah di kawasan E1, yang merupakan bagian dari rencana pembangunan sekitar 3.401 unit.
  • Perluasan permukiman berlangsung bersamaan dengan kekerasan dan tekanan terhadap warga Palestina.
  • Kecaman internasional meningkat, tetapi kelompok Palestina menilai belum menghasilkan tindakan nyata.

Para pendukung Palestina dan kelompok hak asasi manusia menilai kecaman internasional belum cukup untuk menghentikan perluasan permukiman Israel di Tepi Barat. Mereka mengatakan Israel sejauh ini hanya menghadapi sedikit konsekuensi nyata atas kebijakan yang dinilai terus mengubah kondisi di lapangan.

International Centre of Justice for Palestinians menyerukan Inggris segera memberlakukan embargo perdagangan terhadap permukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki. Koalisi lima kelompok, termasuk Palestine Solidarity Campaign, juga meminta Inggris melarang perdagangan dengan permukiman Israel.

Melansir dari Al Jazeera, koalisi tersebut turut menyerukan pemberlakuan sanksi tambahan terhadap Israel. Advokat hak-hak Palestina Ubai Al-Aboudi menilai kecaman internasional sejauh ini tidak efektif.

Menurutnya, respons internasional lebih banyak berupa pernyataan tanpa disertai tindakan nyata terhadap Israel. Ia mengatakan Israel dapat menghadapi berbagai kecaman selama tetap mampu mengubah kondisi di lapangan.

Al-Aboudi juga menyoroti temuan Mahkamah Internasional pada 2024 terkait dugaan genosida di Gaza. Ia mengingatkan adanya larangan dalam Konvensi Jenewa mengenai pemindahan penduduk sipil negara pendudukan ke wilayah yang diduduki.

Menurutnya, negara-negara lain memiliki kewajiban untuk tidak memfasilitasi atau mengakui perubahan tersebut. Al-Aboudi mengatakan impunitas yang dinikmati Israel telah memperburuk situasi di lapangan dan membuat gagasan solusi dua negara semakin sulit dipertahankan.

Para aktivis menilai tekanan ekonomi dan sanksi diperlukan untuk mendorong perubahan kebijakan Israel. Para pendukung Palestina juga meragukan bahwa kecaman internasional tanpa langkah konkret akan mampu menghentikan perluasan permukiman dan aneksasi di Tepi Barat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....