Mengupas RAPBN 2027, dari Delapan Prioritas hingga Proyek Lintas Generasi
- 14 Agt 2026 22:29 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah memproyeksikan belanja negara mencapai Rp4.097,2 triliun dalam RAPBN 2027 melalui ekspansi fiskal yang terukur.
- Target pertumbuhan ekonomi ditetapkan pada enam persen sambil tetap menekan defisit anggaran untuk menjaga keberlanjutan fiskal.
- Presiden Prabowo Subianto menyampaikan arah kebijakan tersebut dalam pidato Nota Keuangan di rapat paripurna DPR RI pada Jumat 14 Agustus 2026.
Upaya mendekatkan pelayanan kesehatan kemudian dilanjutkan dengan pembangunan dan revitalisasi rumah sakit daerah. Dalam pidatonya, Prabowo awalnya menyebut rencana tersebut mencakup 441 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).
Pemerintah sebelumnya telah membangun 66 rumah sakit di kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar. Dari jumlah tersebut, sebanyak 22 rumah sakit disebut telah beroperasi.
Berbagai peralatan modern juga mulai dibawa menuju daerah yang sebelumnya bergantung pada rumah sakit besar. Peralatan tersebut meliputi pemeriksaan jantung, CT scan, mamografi, dan USG.
Pada bagian berikutnya, Presiden Prabowo menyebut revitalisasi akan dilakukan terhadap 440 rumah sakit umum daerah. Pemerintah ingin setiap kabupaten dan kota memiliki rumah sakit dengan pelayanan memadai.
RSUD tersebut terutama akan diperkuat untuk menangani kanker, jantung, stroke, dan ginjal. Pelayanan kesehatan ibu dan anak juga menjadi bagian utama dalam penguatan tersebut.
Namun, penambahan fasilitas harus berjalan bersama dengan pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan. Indonesia masih membutuhkan tambahan 84.781 dokter umum dan 127.580 dokter gigi.
Sebanyak 481 kabupaten dan kota juga membutuhkan tambahan 55.712 dokter spesialis. Pemerintah merespons kebutuhan tersebut dengan membuka sembilan fakultas kedokteran baru.
Sebanyak 170 program spesialis dan subspesialis juga telah dibuka melalui perguruan tinggi maupun rumah sakit. Pemerintah bahkan mempertimbangkan mendatangkan dokter asing dalam waktu terbatas.
“Rakyat kita menuntut dan berharap pelayanan kesehatan secepat mungkin. Kita tidak boleh berpikir normatif, kita harus berani berpikir inovatif,” katanya.
|
Selanjutnya,
Sekolah Rusak Ditargetkan Tuntas pada 2029
|
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....