Mengupas RAPBN 2027, dari Delapan Prioritas hingga Proyek Lintas Generasi
- 14 Agt 2026 22:29 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah memproyeksikan belanja negara mencapai Rp4.097,2 triliun dalam RAPBN 2027 melalui ekspansi fiskal yang terukur.
- Target pertumbuhan ekonomi ditetapkan pada enam persen sambil tetap menekan defisit anggaran untuk menjaga keberlanjutan fiskal.
- Presiden Prabowo Subianto menyampaikan arah kebijakan tersebut dalam pidato Nota Keuangan di rapat paripurna DPR RI pada Jumat 14 Agustus 2026.
Mulai 2027, pemerintah berencana merenovasi 10 ribu Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang tersebar pada 7.280 kecamatan. Program tersebut diarahkan mendekatkan pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat di seluruh Indonesia.
Setiap puskesmas akan memperoleh anggaran perbaikan sekitar Rp4 miliar sesuai kebutuhan masing-masing wilayah. Daerah terpencil, terluar, dan tertinggal akan memperoleh dukungan lebih besar.
Selain puskesmas, sebanyak 514 Laboratorium Kesehatan Masyarakat juga akan direnovasi dan ditingkatkan. Fasilitas tersebut tersebar pada seluruh kabupaten dan kota di Indonesia.
Pemerintah menargetkan renovasi puskesmas dan laboratorium kesehatan selesai paling lambat pada 2030. Dengan perbaikan tersebut, masyarakat diharapkan tidak perlu bepergian jauh mendapatkan pelayanan dasar.
“Puskesmas harus menjadi benteng pertama yang menjaga kesehatan bangsa. Puskesmas adalah pintu pertama negara ketika rakyat sakit,” kata Presiden Prabowo.
Namun, persoalan jarak masih menjadi tantangan bagi masyarakat yang tinggal di wilayah sulit dijangkau. Pemerintah kemudian menyiapkan ambulans udara menggunakan helikopter maupun pesawat kecil.
Pesawat tersebut dirancang dapat mendarat pada lapangan rumput, pasir, hingga kawasan pinggir sungai. Bahkan pemerintah mempertimbangkan tim dokter terbang untuk mendatangi masyarakat dalam kondisi darurat.
Prabowo mengatakan masih terdapat ibu hamil yang harus menempuh perjalanan hingga sembilan jam. Kondisi jalan dan jembatan yang buruk bahkan disebut menyebabkan sejumlah ibu meninggal.
“Untuk itu kita harus mencari terobosan inovatif. Salah satu jalan adalah ambulans udara, bahkan nanti juga tim dokter terbang,” katanya.
|
Selanjutnya,
RSUD dan Kekurangan Dokter Jadi Perhatian
|
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....