Mengupas RAPBN 2027, dari Delapan Prioritas hingga Proyek Lintas Generasi
- 14 Agt 2026 22:29 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah memproyeksikan belanja negara mencapai Rp4.097,2 triliun dalam RAPBN 2027 melalui ekspansi fiskal yang terukur.
- Target pertumbuhan ekonomi ditetapkan pada enam persen sambil tetap menekan defisit anggaran untuk menjaga keberlanjutan fiskal.
- Presiden Prabowo Subianto menyampaikan arah kebijakan tersebut dalam pidato Nota Keuangan di rapat paripurna DPR RI pada Jumat 14 Agustus 2026.
Agenda transformasi selanjutnya menyasar sektor keuangan melalui pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia atau PFII. Pemerintah merencanakan pusat tersebut pertama kali dibangun di Jakarta.
Setelah Jakarta, pengembangan berikutnya akan diarahkan menuju Bali sebagai pusat finansial internasional lainnya. Pemerintah ingin fasilitas tersebut bekerja berdasarkan standar internasional.
PFII diproyeksikan menjadi pusat investasi, teknologi finansial, arbitrase, dan penyelesaian sengketa komersial. Struktur kelembagaannya akan mencakup pengelola, pengawas jasa keuangan, pengadilan, dan lembaga arbitrase.
Pengadilan PFII direncanakan tetap berada di bawah Mahkamah Agung. Bahasa Inggris dapat digunakan sebagai bahasa kontrak dalam aktivitas kawasan tersebut.
Hakim ad hoc juga dapat berasal dari talenta hukum terbaik Indonesia maupun dunia. Kegiatan finansial akan mencakup perbankan, asuransi, pasar modal, hingga bursa karbon.
Sektor fintech, family office, treasury center, bullion, dan manajemen investasi juga akan dikembangkan. Pemerintah turut menyiapkan fasilitas perpajakan, golden visa, serta pelayanan perizinan kompetitif.
Meski menawarkan berbagai kemudahan, aturan antipencucian uang tetap diberlakukan dalam kawasan tersebut. Transparansi pemilik manfaat dan kewajiban perpajakan juga tetap menjadi bagian pengawasannya.
|
Selanjutnya,
Danantara Biayai Proyek Jangka Panjang
|
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....