Mengupas RAPBN 2027, dari Delapan Prioritas hingga Proyek Lintas Generasi

  • 14 Agt 2026 22:29 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah memproyeksikan belanja negara mencapai Rp4.097,2 triliun dalam RAPBN 2027 melalui ekspansi fiskal yang terukur.
  • Target pertumbuhan ekonomi ditetapkan pada enam persen sambil tetap menekan defisit anggaran untuk menjaga keberlanjutan fiskal.
  • Presiden Prabowo Subianto menyampaikan arah kebijakan tersebut dalam pidato Nota Keuangan di rapat paripurna DPR RI pada Jumat 14 Agustus 2026.

Pengelolaan kekayaan negara juga menjadi bagian dalam agenda transformasi pemerintah. Pemerintah menilai sebagian aset BUMN belum menghasilkan manfaat ekonomi sesuai potensi yang dimiliki.

Presiden Prabowo menyebut pemerintah telah menutup 290 BUMN yang tidak produktif. Jumlah perusahaan negara produktif ditargetkan maksimal sekitar 300 BUMN pada akhir tahun.

“Hari ini kita telah menutup 290 BUMN. Pada Desember 31, 2026 kita targetkan hanya akan memiliki paling banyak 300 BUMN," katanya.

Selain perusahaan, pemerintah menyoroti tanah, gedung, jaringan, dan fasilitas yang belum digunakan secara maksimal. Aset tersebut akan dibuka untuk kerja sama dengan pihak swasta.

Namun, kepemilikan strategis atas aset tersebut tetap berada di tangan negara. Proses kerja sama dirancang terbuka, kompetitif, dan akuntabel untuk meningkatkan manfaat ekonominya.

Pemerintah mengambil pembelajaran dari skema National Monetization Pipeline yang diterapkan India. Swasta dapat mengoperasikan aset publik sementara kepemilikannya tetap berada pada pemerintah.

Modal yang diperoleh kemudian dapat digunakan kembali untuk membangun infrastruktur baru. Pola tersebut juga dipertimbangkan untuk pengembangan bandara dan berbagai aset strategis lainnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....