Mengupas RAPBN 2027, dari Delapan Prioritas hingga Proyek Lintas Generasi

  • 14 Agt 2026 22:29 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah memproyeksikan belanja negara mencapai Rp4.097,2 triliun dalam RAPBN 2027 melalui ekspansi fiskal yang terukur.
  • Target pertumbuhan ekonomi ditetapkan pada enam persen sambil tetap menekan defisit anggaran untuk menjaga keberlanjutan fiskal.
  • Presiden Prabowo Subianto menyampaikan arah kebijakan tersebut dalam pidato Nota Keuangan di rapat paripurna DPR RI pada Jumat 14 Agustus 2026.

Besarnya agenda pembangunan tersebut disiapkan ketika kondisi ekonomi global masih menghadapi berbagai tekanan. Perang mendorong kenaikan harga energi, sementara tingkat suku bunga dunia masih tinggi.

Tekanan tersebut turut memengaruhi nilai tukar berbagai negara dan aktivitas perdagangan internasional. Ketegangan geopolitik juga membuat arah perekonomian dunia semakin sulit diprediksi.

Meski demikian, pemerintah menilai ekonomi Indonesia masih menunjukkan ketahanan sepanjang semester pertama 2026. Pertumbuhan pada periode tersebut bahkan disebut menjadi yang tertinggi selama 13 tahun terakhir.

Hingga akhir Juli 2026, pendapatan negara tercatat tumbuh 21,3 persen dibandingkan periode sama sebelumnya. Belanja negara juga tumbuh 18,2 persen dengan defisit sebesar 0,91 persen terhadap PDB.

“Kita tidak memilih antara pertumbuhan dan kehati-hatian. Kita memilih kedua-duanya,” ujar Presiden Prabowo.

Kondisi tersebut kemudian menjadi salah satu pijakan pemerintah memperluas belanja pada 2027. Namun, ekspansi tetap disertai upaya menjaga disiplin fiskal dan kualitas penggunaan anggaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....