Mengupas RAPBN 2027, dari Delapan Prioritas hingga Proyek Lintas Generasi
- 14 Agt 2026 22:29 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah memproyeksikan belanja negara mencapai Rp4.097,2 triliun dalam RAPBN 2027 melalui ekspansi fiskal yang terukur.
- Target pertumbuhan ekonomi ditetapkan pada enam persen sambil tetap menekan defisit anggaran untuk menjaga keberlanjutan fiskal.
- Presiden Prabowo Subianto menyampaikan arah kebijakan tersebut dalam pidato Nota Keuangan di rapat paripurna DPR RI pada Jumat 14 Agustus 2026.
Selain memperbaiki data, pemerintah mencari ruang fiskal tambahan melalui efisiensi pengadaan barang dan jasa. Pengadaan serupa secara terpisah dinilai membuat daya tawar pemerintah menjadi lebih lemah.
Perbedaan proses tersebut juga memungkinkan barang dengan spesifikasi sama dibeli menggunakan harga berbeda. Karena itu, pemerintah ingin mengonsolidasikan kebutuhan serupa melalui proses pengadaan bersama.
Data Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) menunjukkan konsolidasi pengadaan daerah menghasilkan efisiensi sebesar 20,86 persen sepanjang 2025. Tingkat efisiensi tersebut diperkirakan meningkat menjadi 25,43 persen pada 2026.
Jika diterapkan lebih luas, penghematan diperkirakan mencapai 30 persen dari belanja pengadaan Rp1.200 triliun. Potensi ruang fiskal tambahan tersebut dapat mencapai sekitar Rp360 triliun setiap tahun.
Salah satu contohnya terlihat dalam pengadaan layar pintar interaktif untuk mendukung pembelajaran. Harga sebelumnya mencapai Rp150 juta untuk setiap unit sebelum pemerintah melakukan konsolidasi.
Setelah dikonsolidasikan, pemerintah memperoleh harga sekitar Rp26 juta termasuk pengiriman dan pemasangan. Selisih tersebut menunjukkan besarnya potensi penghematan melalui pembelian secara terpusat.
“Jika barangnya sama, kita beli bersama. Jika kebutuhannya dapat direncanakan, kita rencanakan bersama,” kata Presiden Prabowo.
Pemerintah selanjutnya berencana meningkatkan kelembagaan LKPP menjadi Badan Pengadaan Pemerintah. Sistem pengadaan juga akan diperkuat melalui digitalisasi untuk meningkatkan transparansi, kompetisi, dan akuntabilitas.
Setiap penghematan kemudian diarahkan kembali untuk memperbesar pelayanan kepada masyarakat. Salah satu sektor yang akan menerima dukungan besar tersebut adalah pelayanan kesehatan dasar.
|
Selanjutnya,
10 Ribu Puskesmas Mulai Direnovasi pada 2027
|
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....