Hari Pertama Sekolah Rakyat, Langkah Awal Anak Menggapai Masa Depan

  • 20 Jul 2026 17:08 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • MPLS Sekolah Rakyat menjadi tahap awal adaptasi siswa keluarga prasejahtera sebelum memasuki pembelajaran reguler
  • Pemerintah menerapkan empat gelombang MPLS untuk memastikan seluruh fasilitas pendidikan dan asrama siap digunakan
  • MPLS menekankan pembentukan karakter, kemandirian, kedisiplinan, serta perlindungan anak melalui lingkungan belajar yang aman
  • Pemerintah menargetkan Sekolah Rakyat menjadi sarana memutus rantai kemiskinan melalui akses pendidikan yang setara hingga jenjang perguruan tinggi atau dunia kerja

Bagi banyak orang tua, diterimanya anak di Sekolah Rakyat menjadi kabar yang disambut dengan rasa syukur mendalam. Kesempatan memperoleh pendidikan berasrama tanpa terbebani biaya menghadirkan harapan baru bagi masa depan keluarga.

Namun, rasa syukur tersebut berjalan beriringan dengan kecemasan saat melepas anak tinggal jauh dari rumah. Bagi sebagian keluarga, kehidupan berasrama menjadi pengalaman pertama yang harus dijalani putra maupun putri mereka.

Perasaan itu dirasakan Walkadri Basri, orang tua siswa di Sekolah Rakyat Sudiang, Makassar. Ia mengaku tidak mudah melepas anak menjalani pendidikan berasrama meskipun memahami manfaat program tersebut.

"Meski harus tinggal di asrama, ini justru akan membentuk karakter anak menjadi lebih mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab. Kesempatan memperoleh pendidikan dengan fasilitas lengkap merupakan peluang yang tidak mudah didapatkan dan harus dimanfaatkan sebaik-baiknya" ucapnya.

Keyakinan tersebut tumbuh karena pemerintah menyediakan pendidikan berasrama dengan berbagai fasilitas penunjang pembelajaran bagi peserta didik. Orang tua berharap kesempatan itu membantu anak mengembangkan kemampuan tanpa dibatasi kondisi ekonomi keluarga.

Harapan serupa juga menyertai keberangkatan Haikal Abdul Majid menuju lingkungan belajar yang benar-benar baru. Kesempatan mengikuti Sekolah Rakyat menjadi awal perjalanan untuk mewujudkan cita-citanya melalui pendidikan yang lebih baik.

Setelah kedua orang tuanya berpisah, Haikal tumbuh bersama bibi yang merawatnya hingga sekarang. Dukungan keluarga menjadi bekal penting ketika dirinya memulai kehidupan baru bersama teman-teman di asrama.

Bagi keluarga Haikal, keberangkatan menuju Sekolah Rakyat bukan sekadar perpindahan menuju tempat belajar yang berbeda. Momen tersebut menjadi awal harapan agar pendidikan mampu mengubah kehidupan keluarganya pada masa mendatang.

"Perkembangannya luar biasa, terutama kedisiplinan dan kepercayaan dirinya. Dulu dia jarang tampil di depan orang banyak, sekarang sudah berani tampil dan bahkan menjadi imam di sekolah," kata Bibi Haikal siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 18 Lombok Barat tersebut.

Berbagai kisah orang tua menunjukkan Sekolah Rakyat menghadirkan harapan sekaligus tanggung jawab besar bagi setiap keluarga. Mereka mempercayakan pendidikan anak kepada negara dengan keyakinan masa depan dapat berubah melalui pendidikan.

Hal itulah yang kemudian menjadi bukti bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar menyediakan ruang belajar. Tetapi juga menghadirkan kesempatan kedua bagi anak-anak yang selama ini hidup dalam keterbatasan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....