Hari Pertama Sekolah Rakyat, Langkah Awal Anak Menggapai Masa Depan
- 20 Jul 2026 17:08 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- MPLS Sekolah Rakyat menjadi tahap awal adaptasi siswa keluarga prasejahtera sebelum memasuki pembelajaran reguler
- Pemerintah menerapkan empat gelombang MPLS untuk memastikan seluruh fasilitas pendidikan dan asrama siap digunakan
- MPLS menekankan pembentukan karakter, kemandirian, kedisiplinan, serta perlindungan anak melalui lingkungan belajar yang aman
- Pemerintah menargetkan Sekolah Rakyat menjadi sarana memutus rantai kemiskinan melalui akses pendidikan yang setara hingga jenjang perguruan tinggi atau dunia kerja
Setahun menjalani pendidikan, perubahan mulai terlihat pada wajah dan sikap para siswa Sekolah Rakyat. Kesempatan belajar perlahan mengembalikan kepercayaan diri mereka yang sempat memudar akibat keterbatasan ekonomi keluarga.
Perubahan tersebut tidak selalu diukur melalui nilai akademik maupun prestasi yang berhasil diraih peserta didik. Keberanian menyampaikan pendapat dan membangun mimpi baru menjadi pencapaian penting selama mengikuti pendidikan berasrama.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menilai perubahan itu mencerminkan tujuan utama penyelenggaraan Sekolah Rakyat bagi keluarga prasejahtera. "Anak-anak yang selama ini mungkin mengubur mimpinya, sekarang mulai lebih percaya diri, lebih optimistis, dan berani meraih cita-citanya," ujar Gus Ipul saat menghadiri kegiatan Open House Sekolah Rakyat di Lombok Barat, Jumat 10 Juli 2026.
Perubahan tersebut tergambar pada Novatul Alratia, siswi SRMP 18 Lombok Barat, yang dahulu dikenal pendiam. Kini, Novatul berhasil menjadi juara pertama pencak silat tingkat nasional dan bercita-cita menjadi polisi wanita.
Transformasi Novatul tidak hanya dirasakan para guru selama proses pembelajaran berlangsung setiap harinya. Keluarganya juga menyaksikan perubahan sikap yang semakin disiplin, mandiri, dan penuh kepercayaan diri.
"Alhamdulillah perkembangan anak saya jauh lebih baik dari sebelumnya. Sekarang dia lebih disiplin, rajin membantu di rumah, dan lebih percaya diri," ujar ibunda Novatul.
Harapan baru juga tumbuh dalam diri M. Faturrahman yang bermimpi menjadi seorang pilot pada masa mendatang. Baginya, pendidikan bukan sekadar memperoleh pekerjaan, tetapi kesempatan membahagiakan ibunya melalui cita-cita yang ingin diwujudkan.
Selain itu, semangat yang sama terpancar dari Abi Alfian, putra seorang buruh pabrik kopi di Kota Semarang. Kesempatan bersekolah tanpa membebani kedua orang tuanya menjadi motivasi kuat untuk terus belajar meraih masa depan.
"Terima kasih, Pak Presiden. Berkat Bapak, saya bisa bersekolah di sini," ucap Abi.
Kisah mereka membuktikan pendidikan mampu menghidupkan kembali harapan yang sempat padam karena kemiskinan keluarga. Sekolah Rakyat menghadirkan kesempatan agar setiap anak kembali percaya terhadap mimpi dan masa depannya.
|
Selanjutnya,
Pendidikan sebagai Jalan Memutus Rantai Kemiskinan
|
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....