Hari Pertama Sekolah Rakyat, Langkah Awal Anak Menggapai Masa Depan

  • 20 Jul 2026 17:08 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • MPLS Sekolah Rakyat menjadi tahap awal adaptasi siswa keluarga prasejahtera sebelum memasuki pembelajaran reguler
  • Pemerintah menerapkan empat gelombang MPLS untuk memastikan seluruh fasilitas pendidikan dan asrama siap digunakan
  • MPLS menekankan pembentukan karakter, kemandirian, kedisiplinan, serta perlindungan anak melalui lingkungan belajar yang aman
  • Pemerintah menargetkan Sekolah Rakyat menjadi sarana memutus rantai kemiskinan melalui akses pendidikan yang setara hingga jenjang perguruan tinggi atau dunia kerja

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata kehadiran negara bagi masyarakat. Menurutnya, seluruh kebutuhan belajar dipenuhi agar anak-anak dapat tumbuh tanpa dibatasi kondisi ekonomi keluarganya.

"Mereka yang selama ini tidak pernah merasakan sekolah bisa disekolahkan di sini. Bahkan bukan cuma disekolahkan, tapi dimuliakan, diberi fasilitas yang megah, dikasih buku, seragam, makan, sampai tempat tidur di asrama," ujar Dody saat meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kota Semarang, di Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, Sabtu 18 Juli 2026.

Sementara itu, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto juga menitipkan harapan besar kepada seluruh siswa Sekolah Rakyat melalui pemerintah. Presiden Prabowo ingin seluruh siswa Sekolah Rakyat tidak boleh kalah dari anak-anak negara lain.

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengatakan pemerintah tidak berhenti ketika siswa menyelesaikan pendidikan menengah atas. Anak-anak didorong memiliki kepercayaan diri, kecerdasan, serta keterampilan untuk menghadapi masa depan yang semakin kompetitif.

"Pak Presiden ingin nanti setelah kalian lulus SMA, nanti yang mau kuliah akan kita antarkan untuk bisa kuliah. Yang mau bekerja akan kita antarkan untuk bisa bekerja baik di dalam maupun di luar negeri," kata Agus Jabo.

Harapan tersebut menunjukkan Sekolah Rakyat tidak sekadar menyediakan ruang belajar bagi anak-anak keluarga prasejahtera. Program ini juga menjadi jembatan menuju pendidikan tinggi maupun dunia kerja yang lebih baik.

Melalui pendidikan, negara berupaya memastikan kemiskinan tidak lagi menjadi warisan bagi generasi berikutnya. Akses yang setara diharapkan mampu melahirkan sumber daya manusia unggul dari berbagai penjuru Indonesia.

Pada akhirnya, program ini tidak hanya menghadirkan gedung, ruang kelas, dan fasilitas pembelajaran yang memadai. Kehadirannya membuka peluang bagi setiap anak untuk berani bermimpi sekaligus mewujudkan cita-cita melalui pendidikan.

Ketika mimpi mulai tumbuh, keyakinan keluarga pun perlahan mengarah pada kehidupan yang lebih baik. Dari sanalah upaya membangun generasi Indonesia yang unggul dan berdaya saing mulai diwujudkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....