Peran Krusial Pakistan dalam Pembicaraan Damai Iran-AS

  • 15 Apr 2026 19:52 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pakistan berhasil melakukan apa yang tidak bisa dilakukan negara lain dengan memanfaatkan geografi, agama, dan hubungan regional.
  • Pakistan sebagai mediator pertemuan “Islamabad Talks 2026” mendorong kedua pihak untuk terus melanjutkan gencatan senjata yang disepakati pada 7 April 2026.
  • Pakar Hubungan Internasional menyebut Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Gerakan Non Blok (GNB), dinilai tepat untuk menjadi mediator selanjutnya.

Iran dan AS setuju dimediasi oleh Pakistan dalam pembicaraan damai di Islamabad, dikarenakan negara itu dinilai tidak memiliki masalah dengan Iran maupun AS. Kata Pakar Hubungan Internasional dari President University, Teuku Rezasyah kepada RRI.

Sehingga, menurutnya apabila pembicaraan damai tahap kedua kembali gagal mencapai kesepakatan dengan Pakistan sebagai mediator. Maka, penting untuk memilih pihak selanjutnya yang berpeluang sebagai mediator memiliki nilai yang sama seperti Pakistan.

Rezasyah menyebut, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Gerakan Non Blok (GNB), dinilai tepat untuk menjadi mediator selanjutnya. Ia menambahkan, bahkan tidak menutup kemungkinan akan memberikan kesempatan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk turut berperan.

“Nanti OKI menunjuk salah satu negara (anggota) bersama Sekjen, kemudian GNB juga menunjuk satu negara bersama Sekjen. Sehingga dengan demikian, Pak Prabowo didukung oleh GNB dan OKI, kan beliau berdiri di depan juga,” ujar Rezasyah.

Rezasyah menganggap, Presiden Prabowo jika dipilih OKI maupun GNB dapat berperan sebagai mediator. Ia menyebut, Presiden RI itu sebagai figur tepat untuk menjadi mediator pembicaraan damai Iran dan AS.

“Semoga Pak Prabowo bisa mengajukan diri, hanya saja apakah diterima oleh Iran dan diterima oleh AS. Karena, saya tidak melihat tokoh-tokoh dari OKI atau GNB yang punya karisma seperti beliau, yang punya energi seperti beliau,” ucapnya menambahkan.

Rezasyah mengungkapkan, OKI dan GNB bisa berperan sebagai mediator untuk tercapainya perdamaian antara Iran dan AS dikarenakan hal itu pernah terjadi. Bahkan, Indonesia juga menjadi bagian di dalam proses mendamaikan.

“Dua-dua organisasi seperti itu internasional, pernah (mediator perdamaian-red). Dulu waktu Indonesia mendamaikan Filipina Selatan, kita pakai jalur OKI dan GNB,” katanya menekankan.

Sejarah mencatat OKI berperan aktif sebagai mediator dan fasilitator dalam perdamaian di Filipina Selatan. Khususnya, antara pemerintah Filipina dan kelompok Muslim Moro (MNLF) sejak awal 1990-an.

OKI mendorong dialog damai, sebagai upaya perdamaian di Filipina Selatan. Sementara Indonesia sebagai anggota OKI dan GNB bertindak sebagai mediator utama, memfasilitasi perundingan yang menghasilkan kesepakatan damai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....