Peran Krusial Pakistan dalam Pembicaraan Damai Iran-AS

  • 15 Apr 2026 19:52 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pakistan berhasil melakukan apa yang tidak bisa dilakukan negara lain dengan memanfaatkan geografi, agama, dan hubungan regional.
  • Pakistan sebagai mediator pertemuan “Islamabad Talks 2026” mendorong kedua pihak untuk terus melanjutkan gencatan senjata yang disepakati pada 7 April 2026.
  • Pakar Hubungan Internasional menyebut Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Gerakan Non Blok (GNB), dinilai tepat untuk menjadi mediator selanjutnya.

Keberhasilan Pakistan sebagai mediator pembicaraan damai Iran dan AS di Islamabad, disebut sebagai satu-satunya negara yang memiliki kekuatan mempertemukan kedua pihak. Kata pakar kebijakan, penulis dan jurnalis Pakistan, Nasim Zehra saat menghadiri “Middle Powers Conference 2026” secara daring, Selasa 14 April 2026 di Jakarta.

Nasim mengungkapkan, upaya Pakistan tersebut juga didukung oleh negara-negara adidaya seperti Tiongkok maupun AS serta Iran itu sendiri. Sehingga, upaya Pakistan sebagai negara “Kekuatan Menengah” didukung oleh negara-negara kekuatan global.

“Persiapan menuju Islamabad melibatkan sekitar 12 hingga 10 atau 14 hari sebelum pertemuan tersebut, ada keterlibatan aktif antara Pakistan dengan Iran, Pakistan dengan AS dan saya rasa ada panggilan telepon setiap hari ke Washington, ke Iran,” ujarnya.

“Pada saat itu, Tiongkok juga ikut terlibat, kunjungan menteri luar negeri Pakistan ke Tiongkok dan dukungan aktif Tiongkok terhadap Pakistan yang memimpin inisiatif diplomatik tersebut. Jadi, jelas dan menarik untuk melihat bahwa kekuatan menengah memainkan peran, tetapi kekuatan global utama juga berperan.”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....