Peran Krusial Pakistan dalam Pembicaraan Damai Iran-AS
- 15 Apr 2026 19:52 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pakistan berhasil melakukan apa yang tidak bisa dilakukan negara lain dengan memanfaatkan geografi, agama, dan hubungan regional.
- Pakistan sebagai mediator pertemuan “Islamabad Talks 2026” mendorong kedua pihak untuk terus melanjutkan gencatan senjata yang disepakati pada 7 April 2026.
- Pakar Hubungan Internasional menyebut Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Gerakan Non Blok (GNB), dinilai tepat untuk menjadi mediator selanjutnya.
Pembicaraan damai oleh Iran dan AS yang berlangsung selama 21 jam gagal mencapai kesepakatan di Islamabad. Wakil Presiden yang merupakan kepala delegasi AS, JD Vance menyebut, Iran menolak menerima persyaratan AS di dalam pembicaraan.
Vance mengatakan Iran memilih untuk tidak menerima persyaratan AS, dalam keterangan yang disampaikan beberapa saat sebelum meninggalkan Islamabad, Minggu 12 April 2026. Wapres Vance menambahkan bahwa AS perlu melihat komitmen mendasar dari Teheran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir.
Sementara, Juru Bicara Kemlu Iran mengatakan pembicaraan tersebut dilakukan dalam suasana ketidakpercayaan. "Wajar jika kita tidak mengharapkan untuk mencapai kesepakatan hanya dalam satu sesi," kata juru bicara tersebut seperti dikutip oleh media Iran dilansir Reuters.
Selain, Iran membantah klaim AS bahwa dua kapalnya melintasi Selat Hormuz. Serta, memperingatkan bahwa setiap upaya kapal militer untuk melewati jalur air tersebut akan disambut dengan tanggapan yang keras.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....