Lima Novel Sedih Karya Tere Liye

  • 31 Des 2024 09:21 WIB
  •  Padang

KBRN, Padang: Siapa yang tidak mengenal Tere Liye. Dalam dua dekade terakhir karya-karyanya selalu best seller dan menghiasi toko buku di Indonesia, baik offline maupun online. Tidak hanya untuk novel rilisan terbaru, novel-novel karya lamanya pun tetap exist hingga saat ini dengan pembaharuan cover yang lebih fresh dan menarik.

Darwis atau lebih dikenal dengan nama pena Tere Liye merupakan penulis dan akuntan asli Indonesia kelahiran 21 Mei 1979 di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan. Hingga saat ini ia telah menerbitkan lebih dari 50 buku sepanjang karir menulisnya. Penggalan kata yang puitis dalam novelnya pun sering dijadikan quote caption di media sosial. Tere Liye juga aktif menyuarakan isi kepalanya di media sosial yaitu pada akun instagramnya @tereliyewriter.

Berbagai genre novel yang ditulis Tere Liye selalu membawa pembaca larut dalam plot cerita yang menarik. Untuk novel dengan jalan cerita sedih, Tere Liye berhasil mengacak-acak perasaan dan menguras air mata pembaca dengan pemilihan kata yang epic dan mengobrak-abrik emosi.

Berikut 5 rekomendasi novel kisah sedih karya Tere Liye.

1. Rindu

Dengan latar zaman penjajahan, novel ini membawa pembaca balik ke tahun 1938 tentang perjalanan panjang jamaah haji Indonesia menggunakan uap Blitar Holland. Dalam novel ini terdapat lima kisah yang berbeda-beda mengenai kerinduan. Semua kisah yang ada didalamnya membuat kita sebagai pembaca akan terbawa suasana yang haru dan sedih.

2. Hujan

Novel ini terbit pada tahun 2016 lalu. Dengan genre science fiction yang berlatar waktu tahun 2042 hingga 2050 yang mengisahkan dunia di masa depan yang penuh dengan kecanggihan teknologi. Bagian tersedih dalam novel ini adalah ketika Lail, pemeran utama dalam cerita ini memutuskan untuk menghapus semua ingatannya.

3. Daun Yang Jatuh Tidak Pernah Membenci Angin

Danar yang menjadi malaikat untuk Tania dan adiknya Dede, tanpa sadar menumbuhkan perasaan spesial tersendiri terhadap Tania. Perasaan yang seharusnya tidak dimiliki oleh Tania karena bagi Danar, Tania sudah dianggap seperti adik sendiri. Novel ini menampar diri dengan kenyataan bahwa hidup ini tidak selamanya indah dan perasaan tidak selalu terbalaskan.

4. Rembulan Tenggelam di Wajahmu

Terbit pertama pada tahun 2006, novel ini menceritakan tentang perjalanan hidup Rey. Rey dibesarkan di panti asuhan, tempat dimana awal penyiksaan dan penderitaan yang Ray rasakan, tempat dimana Ray menjadi seorang pemberontak dan pembangkang. Selama berada di panti, Ray mempunyai pertanyaan besar “Apakah aku tidak memiliki kesempatan untuk memilih pada saat aku dilahirkan?” Dirinya suka sekali memandang rembulan, yang seakan mengerti akan kesedihannya.

5. Hafalan Surat Delisa

Menjadi salah satu karya best seller Tere Liye yang difilmkan, novel ini menceritakan tentang Delisa seorang anak kecil yang menempuh ujian menghafal bacaan sholat. Ibunya berjanji, jika Delisa berhasil lulus ujian, ibunya akan memberikan kalung berinisial D. Namun ketika ujian berlangsung, bencana tsunami yang tidak disangka datang. Tsunami menghabiskan semua area tersebut hingga membuat sanak keluarga Delisa hilang dan meninggal dunia. Delisa hidup dengan keterbatasan kakinya yang lumpuh.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....