Surau Minangkabau Wadah Pembentukan Generasi Kuat dan Berkarakter

  • 23 Jun 2024 15:39 WIB
  •  Padang

KBRN, Padang : Surau saat ini dikenal sebagai sebuah istilah atau penamaan yang dilekatkan pada suatu bangunan atau tempat beribadah umat Islam, khususnya tempat untuk sholat dan mengaji. Konon kata surau pada awalnya digunakan untuk sebuah bangunan kecil yang berfungsi sebagai tempat penyembahan arwah nenek moyang sesuai dengan keyakinan masyarakat kala itu, karenanya, dahulu surau biasanya didirikan di lereng – lereng bukit atau tempat ketinggian.

Pada masyarakat Minangkabau masa lalu, surau tidak hanya digunakan untuk tempat beribadah mealainkan juga tempat dimana para anak kemenakan dari suatu kaum dididik oleh mamaknya (saudara laki – laki ibu). Sehingga surau merupakan salah satu lembaga pendidikan tertua di Minangkabau, bahkan surau sudah ada sebelum masyarakat Minangkabau mengenal Islam.

Di Minangkabau setiap kaum memiliki Rumah Gadang (rumah tempat tinggal bersama), surau (tempat pendidikan) dan sasaran (tempat belajar silek). Di surau, lelaki yang sudah memasuki usia remaja dan para duda tidur dan bersosialisasi dengan saudaranya satu kaum atau satu suku dibawah pengawasan para mamaknya.

Hal ini sudah merupakan aturan yang berlaku di Minangkabau, bahwa di rumah gadang hanya ada kamar untuk anak gadis dan perempuan bersuami dan tidak ada kamar untuk anak laki - laki atau duda, karena itu mereka harus bermalam di surau. Ketika laki – laki remaja berkumpul di surau itulah berjalannnya proses sosialisasi dalam keseharian mereka.

Lebih dari itu juga terjadi pewarisan pengetahuan dan nilai – nilai dari mamak mereka yang tinggal di surau itu, baik pengetahuan agama, pengetahuan umum, berbagai pengalaman hidup yang dimiliki sang mamak, juga pemahaman adat dan budaya serta beladiri silek ( silat ) dengan metode pola asuh. Sebagimana diungkapkan oleh Dr. Khairil Anwar ( Dosen Fakultas Ilmu Budaya UNAND Padang dan Ketua Asosiasi Tradisi Lisan Sumatera Barat.

“Di surau ini generasi muda Minangkabau khususnya laki – laki didik dengan berbagai macam materi, baik pendidikan bathin atau spiritual maupun pendidikan duniawi. Mereka diajar oleh guru yang merupakan mamak mereka sendiri dan juga saudara – saudara mereka yang lebih senior atau lebih tua yang dipercayakan membimbing adik – adiknya.” katanya.

Metode pola asuh di surau antara mamak yang mengajar dengan kemenakannya atau antara senior yang dipercayakan membimbing yuniornya melahirkan hubungan emosional yang kuat dan tumbuh secara alamiah. Hal ini menjadi sangat penting, karena dapat membentuk kepribadian anak kemenakan yang ada di surau itu dengan tumbuhnya tanggung jawab, harga – menghargai, kebersamaan dan egalitarian.

“ Disamping berguru, di surau itu mereka juga menghargai teman sebaya, karena mereka merasa sama senasib, sehingga menumbuhkan rasa kebersamaan, egalitarian, saling menghargai dan senasib sepenanggungan serta menghormati yang lebih tua karena selain oleh guru juga dibimbing oleh senior – seniornya. Sehingga di sana mereka mendapatkan kecerdasan emosional, kecerdasan intelektual disamping kecerdasan spiritual.” kata Dr. Khairil Anwar, M.Si

Pembentukan kepribadian dan pembekalan pengetahuan sosial, intelektual serta spiritual yang dilakukan disurau itu telah menjadi dasar pengembangan maupun penguatan karakter serta kapasitas diri anak – anak muda Minangkabau masa lalu ketika tiba saatnya mereka keluar untuk merantau, baik dengan tujuan ekonomi maupun dengan maksud menuntut ilmu dalam rangka pengembangan kapasitas diri mereka lebih lanjut.

Dengan perpaduan dasar – dasar kepribadian kuat yang didapatkan di surau ditambah dengan pengalaman dan pengetahuan yang mereka dapatkan di perantauan tidaklah mengherankan kalau banyak diantara mereka akhirnya menjadi tokoh – tokoh besar di kemudian hari, apakah sebagai saudagar, ulama bahkan tokoh – tokoh nasional yang ikut memberikan kontribusi besar terhadap republik ini dan perjalanannya.

Namun seiring waktu sedikit demi sedikit fungsi surau telah mengalami pergeseran menjadi tempat beribadah dan belajar mengaji saja, sudah sangat jarang ditemukan surau saat ini yang menerapkan fungsi dan pola pendidikan surau Minangkabau masa lalu sebagai tempat pembentukan karakter dan penguatan kepribadian anak muda dengan metode pola asuhnya oleh seorang guru yang menetap di surau.

Tentu sangat disayangkan jika kearifan lokal Minangkabau dalam pembentukan kepribadian generasi muda yang sudah teruji dan terbukti menciptakan generasi yang kuat dan tangguh dalam menjalani kehidupan ini hilang begitu saja ditelan masa. Kiranya pola – pola dan nilai – nilai pendidikan surau Minangkabau masa lalu itu perlu kembali digali dan diadopsi dalam ikut membantu menciptakan generasi yang kuat dan berkarakter.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....