KJRI Kuching Tangani WNI Korban Segatan Listrik
- 15 Jul 2026 20:23 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong – Respons cepat Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching berhasil menyelamatkan seorang Warga Negara Indonesia (WNI) yang mengalami kecelakaan kerja di Sarawak, Malaysia. Setelah mendapat laporan dari rumah sakit setempat, KJRI segera memberikan pendampingan hingga memfasilitasi pemulangan korban ke Indonesia melalui PLBN Entikong.
"Begitu menerima laporan dari rumah sakit, kami segera mengirimkan tim untuk melakukan verifikasi identitas dan memastikan korban memperoleh perlindungan. Negara tidak boleh terlambat hadir ketika warga negara Indonesia mengalami musibah di luar negeri," kata Abdullah Zulkifli, Konjend RI-Kuching, Rabu 15 Juli 2026.
Menurutnya, korban yang bernama Donatus Sidik (19), warga Desa Suruh Tembawang, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat itu mengalami kecelakaan kerja pada 4 Juli 2026. Saat mengerjakan instalasi listrik di Serian, korban tersengat arus bertegangan tinggi hingga mengalami luka bakar pada kedua tangan, dada serta sempat tidak sadarkan diri.
“Jadi warga ini, asal dari Kecamatan Entikong, tersengat listrik saat bekerja di Serian, dan luka cukup serius,” ujarnya.

Dikatakan, selama menjalani perawatan, KJRI Kuching terus berkoordinasi dengan pihak rumah sakit, keluarga korban, serta pemerintah daerah di Indonesia. Pendampingan juga mencakup penyelesaian dokumen keimigrasian, penjaminan administrasi, hingga persiapan pemulangan setelah kondisi korban dinyatakan stabil.
"Kami mendampingi seluruh proses, mulai dari penanganan di rumah sakit, komunikasi dengan keluarga, hingga pemulangan ke Indonesia. Perlindungan terhadap WNI merupakan mandat yang akan terus kami jalankan secara cepat, profesional, dan humanis," ujarnya.
“Setelah korban cukup stabil dan proses administrasinya selesai, dilakukan pemulangan Donatus melalui Pos Lintas Batas Negara Entikong menggunakan ambulans dari Hospital Umum Sarawak. Proses tersebut dilaksanakan bersama Pemerintah Kabupaten Sanggau agar korban dapat melanjutkan perawatan medis di Indonesia,” sambungnya.
Abdullah menegaskan, kasus ini menjadi pengingat pentingnya perlindungan terhadap Pekerja Migran Indonesia di luar negeri, terutama ketika menghadapi situasi darurat. Ia memastikan KJRI Kuching akan terus memperkuat koordinasi dengan otoritas Malaysia dan pemerintah daerah di Indonesia agar setiap WNI yang mengalami persoalan dapat memperoleh pelayanan dan pendampingan secara optimal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....