Pasokan Hewan Segar dan Telur di Sanggau Stabil

  • 10 Jul 2026 20:53 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Peternakan, Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Sanggau, Ambius Anton memastikan, ketersediaan pasokan hewan segar dan telur selama Juli 2026 masih dalam kondisi stabil. Kepastian tersebut didukung hasil pemantauan produksi dan koordinasi rutin dengan para pelaku usaha peternakan di Kabupaten Sanggau.

"Ketersediaan pasokan hewan segar dan telur di Kabupaten Sanggau pada Juli 2026 masih dalam kondisi stabil. Kami terus berkoordinasi dengan para pelaku usaha budidaya ayam pedaging dan ayam petelur untuk memantau kondisi produksi serta pasokan di lapangan," kata Ambius Anton, Jumat 10 Juli 2026

Berdasarkan data Disbunnak, stok ayam ras pedaging (live bird) pada Juli 2026 mencapai sekitar 235.695 ekor dengan potensi stok panen sekitar 424.251 kilogram. Sementara produksi telur ayam ras dari peternak di Kabupaten Sanggau mencapai sekitar 89.062 butir per hari atau sekitar 2,67 juta butir per bulan.

"Komunikasi yang dilakukan secara intensif memudahkan pemerintah memperoleh data riil sehingga perkembangan ketersediaan komoditas dapat terus dipantau. Dengan data tersebut, kami dapat memastikan pasokan pangan asal hewan tetap tersedia bagi masyarakat," ujarnya.

Ia menyebut, pemantauan produksi menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan asal hewan di Kabupaten Sanggau. Selain memastikan ketersediaan pasokan, langkah tersebut juga dilakukan untuk mendukung peningkatan konsumsi protein hewani masyarakat.

"Upaya ini menjadi bagian dari langkah Disbunnak untuk menjaga ketersediaan pangan asal hewan sekaligus mendorong peningkatan konsumsi protein hewani di masyarakat. Kami berharap pasokan yang terjaga dapat mendukung kecukupan gizi masyarakat melalui pangan asal hewan yang aman dan tersedia," tuturnya.

Anton menambahkan, Disbunnak Kabupaten Sanggau akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan produksi dan distribusi pangan asal hewan bersama para pelaku usaha peternakan. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama Juli 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....